Pengunjung padati Pantai Anyer, Kabupaten Serang saat libur akhir pekan. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – TNI Angkatan Laut Provinsi Banten menyatakan, 40 persen kasus kecelakaan laut di Banten selama dua tahun terakhir terjadi karena wisatawan terseret ombak bahkan hingga tenggelam saat bertamasya di obyek wisata pantai. Hal itu terjadi karena wisatawan tidak memperhatikan zona merah atau area larangan berenang yang dipasang di pantai.

“Kebanyakan laka laut bukan dari kapal melainkan para wisatawan berenang di zona merah yang memang dilarang melewati jalur tersebut,” kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Kolonel Laut (P) Budi Iryanto kepada Selatsunda.com ditemui di Kantornya, belum lama ini.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Kolonel Laut (P) Budi Iryanto

Kasus kecelakaan laut wisatawan tersebut,
masih kata Danlanal Budi, dominan terjadi di obyek wisata yang banyak dipadati wisatawan. Seperti Pantai Anyer, Carita dan Pantai Bayah.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

“Tapi kebanyakan di Anyer kejadian terbanyak wisatawan terseret ombak,” katanya.

Ia berharap, wisatawan saat libur tamasya di obyek wisata pantai di Banten terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 dapat benar-benar memperhatikan imbauan pemerintah. Khususnya wisatawan diminta mematuhi dan lebih memperhatikan larangan berenang di zona merah.

“Patuhi aturan yang sudah dilarang. Apalagi menjelang libur natal dan tahun baru diprediksi banyak wisatawan menghabiskan waktunya untuk ke pantai,” pungkasnya. (Ully/Red)