CILEGON, SSC – BUMD Kota Cilegon yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) akan kembali melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas pelayanan jasa pemanduan kapal tugboat di luar Banten pada tahun ini.
Direktur Utama PT PCM Muhammad Willy mengatakan, ekspansi bisnis yang selama ini dijalankan oleh PCM berjalan sesuai target. Jika target pada 2022, ekspansi bisnis baru pelayanan jasa tugboat dilakukan di Banten Bagian Utara, maka PCM pada tahun ini akan berupaya melakukan ekspansi di luar Banten.
Diketahui, PCM selain telah menjalanis bisini pelayanan jasa pemanduan tugboat di bagian selatan, pada tahun lalu mengekspansi layanan yang sama di Banten Bagian Utara. Ekspansi bisnis baru itu dilakukan dengan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan menggandeng sejumlah pemilik kapal tugboat milik swasta pada Februari 2022.
“Mudah-mudahan di 2023, kita akan ekspansi di area baru. Saya punya harapan, insya Allah ini, ada lah di luar Banten, KSO juga,” ujar Willy, Rabu (5/4/2023).
Ekspansi bisnis pelayanan jasa pemanduan tugboat di Banten Bagian Utara yang dijalankan tahun lalu diklaim Willy berhasil. Meski memang pendapatan yang dihasilkan tidak sebesar pelayanan jasa tugboat di Bagian Selatan.
“Secara pendapatan sudah pasti (terlihat hasilnya). Namun memang (pelayanan pandu tunda) di utara ini (kapal) domestik tidak sebesar di selatan. Tetapi dari pergerakan kapalnya bagus. Kemarin itu 412 gerakan di utara, selama ini nol. Itu dalam 1 bulan. Sebelumnya lagi 300-an,” ungkapnya.
“Yang di utara yang dikerjasamakan swasta. Yang selatan itu dengan 5 kapal kita. Di utara itu, yang pergerakan 400 kapal itu dilayani dengan 2 tugboat, yang KSO, revenue sharing,” sambungnya.
Dari ekspansi di Banten Bagian Utara, kata Willy, pendapatan PCM diperkirakan naik 15 persen dibanding tahun 2021. Pendapatan itu diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar setiap bulannya. Namun nilai itu belum dikurangi pengeluaran biaya terlebih biaya penggunaan BBM yang saat ini masih tinggi serta sharing profit dengan pihak ketiga yang dikerjasamakan.
“Pendapatannya lebih dari Rp 1 miliar, tapi itu belum di share (KSO dengan pihak ketiga) yach,” tuturnya.
“Memang di 2022 sampai sekarang masalah utama ada di harga BBM, mahal sekali masih diatas 22 ribu perliter. Karena cost tinggi, penambahan pendapatan yang sekian persen itu, tidak begitu dirasakan,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, PCM melakukan ekspansi pelayanan jasa pemanduan tugboat di luar Banten melihat pengalaman yang dilakukan perusahaan. Berbekal pengalaman itu, PCM patut mencoba untuk ekspansi bisnis di luar Banten.
“Karena kita punya kemampuan disana (Banten Bagian Utara). Kalau punya kemampuan dan pengalaman disana, operasional pun kita berpengalaman, kenapa tidak kalau kita coba disana (di luar Banten),” pungkasnya. (Ronald/Red)

