Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengatakan ada sebanyak 4 kecamatan yang berpotensi terjadi pergerakan tamah/tanah longsor. Informasi potensi pergerakan tanah itu diperoleh BPBD dari Badan Geologi Kementerian  Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) RI.

Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi menyatakan, keempat wilayah kecamatan yang berpotensi terjadi pergerakan tanah/tanah longsor terdapat di Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Pulomerak.

Suhendi mengungkapkan, daerah yang berpotensi terjadi pergerakan tanah yakni daerah perbukitan yang kemungkinan kerentanan tersebut terjadi saat turun hujan.

“Menurut hasil dari Badan Geologi ini, di Cilegon ini menurut hasil survey dan kajian di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Pulomerak,” ungkap Suhendi, Rabu (28/2/2024).

Baca juga  Pemkot Cilegon Masih Kaji Rencana Pemindahan RKUD ke Bank Banten

“Yang mungkin ada daerah perbukitan atau tebingnya lah ya. Kemungkinan kalau terjadi hujan ada potensi timpang susun ada kerentanan gerakan tanah dengan curah hujan,” sambungnya.

Menyikapi hal tersebut, Suhendi menyatakan, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan melakukan kajian terkait potensi bencana pergerakan tanah/tanah longsor di Cilegon. Sejauh ini, BPBD Cilegon telah melakukan empat kajian untuk mitigasi bencana. Keempat kajian itu menyangkut mitigasi bencana tsunami, banjir, gempa bumi dan kegagalan teknologi.

Kajian terhadap mitigasi potensi pergerakan tanah/tanah longsor menurutnya sangat penting. Di mana hal itu dilakukan untuk mengetahui titik-titik lokasi rawan dan upaya penanganan yang akan dilakukan.

“Jadi nanti ke depan kerentanannya tinggi, dan  bahaya tinggi, kita akan buat kajian resiko tanah longsor ini. Supaya (mengetahui) titik mana yang kira-kira yang rawan dan perlu mitigasinya seperti apa, penanggulangannya juga seperti apa,” paparnya seraya menjelaskan akan juga melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan mitigasi bersama-sama.

Baca juga  Walikota Cilegon Helldy Kumpulkan Pejabat di Rumah Dinas, Apa Yang Dibahas?

Pihaknya menghimbau agar masyarakat Kota Cilegon dapat tetap selalu waspada. Terutama mereka yang tinggal di wilayah yang berpotensi terjadi pergerakan tanah/tanah longsor.

“Saya menghimbau seluruh masyarakat di 4 wilayah kecamatan yang rentan dengan tanah longsor tersebut selalu waspada. Terutama rumah warga yang berada di lereng-lereng atau yang berdekatan dengan tebing atau perbuktian selalu waspada. Dikhawatirkan dengan curah hujan yang tinggi ini, bisa saja nanti menyebabkan tanah itu longsor yang disebabkan oleh hidrometeorologi ini. Karena hujan saat ini cukup tinggi. Karena selain banjir juga dapat menyebabkan tanah longsor,” pungkasnya. (Ronald/Red)