SERANG, SSC – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten terpantau terus menerus mengalami gempa tremor pasca erupsi pada Minggu (29/12/2019), kemarin. Dari situasi terakhir yang terekam oleh Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kabupaten Serang, Senin (30/12/2019), aktivitas GAK mengalami gempa tremor terus menerus dengan amplitudo maksimum 55 mm (dominan 25 mm).
GAK secara visual juga teramati mengeluarkan
asap putih kelabu tebal dengan ketinggian 200 meter dari puncak gunung.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kabupaten Serang, Deni Mardiono mengatakan, status GAK masih pada level II atau waspada.
“Kondisi saat ini, detik ini di level II, waspada. Rekomendasi masih sama, masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius 2 kilometer dari kawahnya,” ujar Deni dikonfirmasi.
GAK berstatus waspada sejak 25 maret 2019.
Gunung Krakatau terjadi letusan, Minggu (29/12/2019). Hingga saat ini, aktivitas gempa vulkanik gunung api tersebut mengalami peningkatan.
“Jadi sebelum ada letusan kemarin, ada peningkatan kegempaan. Itu dari segi gempa vulkanik, ada peningkatan. Kemudian pukul 05.29 WIB (Kemarin,red) itu terjadi letusan dan sekarang didominasi gempa tremor,” terangnya.
Menurut Deni, abu mengarah ke selatan gunung. Meski demikian hingga kini belum ada laporan masyarakat yang terdampak abu.
“Kalau melihat dengan ketinggian yang tadi pagi sampai sekarang, arah anginnya sampai ke selatan. Apakah abunya ke selatan, kami belum tahu dari yang terkena abu,” tuturnya.
(Ronald/Red)

