Rapat Paripurna mengenai Penyampaian Pemandangan umum Fraksi-Fraksi Atas Raperda Usulan Waliota Serang di Gedung DPRD Kota Serang, Senin (29/6/2020). Ajat Sudrajat/Selatsunda.com

SERANG, SCC – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Serang mempertanyakan Raperda tentang Pembentukan dana cadangan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Serang Tahun 2024. Fraksi belambang bulan sabit ini meminta penjelasan eksekutif terkait anggaran Rp 43 miliar.

Hal ini terungkap dalam Rapat Parpurna Pemandangan umum Fraksi-Fraksi Atas Raperda Usulan Waliota Serang di Gedung DPRD Serang, Senin (29/6/2020).

“Sesuai dengan Raperda yang disampaikan Pemerintah Kota Serang bahwa dana cadangan yang diperuntukan untuk melaksanakan Pilkada Kota Serang 2024 dengan anggaran 43.468.115.000 Rupiah. Fraksi PKS ingin mengetahui dari mana penetapan jumalah anggaran tersebut dan untuk apa rincian penggunaan anggaran tersebut. Mohon penjelasanya,” ujar Engka Bela Restu menyampaikan pandangan fraksi PKS.

Ia menyatakan, pembahasan mengenai raperda tersebut sepenuhnya akan diserahkan kepada para anggota DPRD yang nanti mebentuk Panitia Khusus (Pansus).

“Pada akhirnya kami menyerahkan mengenai pembahasan yang lebih mendalam mengenai Raprda ini kepada tim panitia khusus DPRD yang akan membahasnya bersama Pemerintah daerah,” paparnya.

Menanggapi itu, Walikota Serang Syafrudin menjelaskan bahwa perbedaan tersebut akan dibahas oleh Pansus. Ia berharap ada kesepahaman bersama.

“Saya kira memang itu nanti kita singkronkan yah antara keinginan dengan keinginan kami itu akan nanti disingkronkan. Kemudian juga nanti akan ada pansus dibahas bersama mudah-mudaha nanti ada kesepakatan bersama,” ucapnya.

Ia mengatakan, seluruh fraksi pada prinsipnya tidak menolak raperda yang diusulkan. Beberapa fraksi hanya memiliki beberapa pandangan yang sedikit berbeda.

“Yang jelas yang sudah digulirkan tadi semua fraksi ikut mendukung untuk perda pengelolaan keuangan dan dana cadangan itu,” katanya.

“Baru pertama kali di Kota Serang baru pertama kali. Biasanya dalam satu tahun anggaran. Kalau misalnya kita tadi Rp 43 miliar kurang lebih kan tiap tahun 14 miloar. Jadi kalau 3 tahun itu tidak terlalu berat,” tungkasnya. (MG-01/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here