Walikota Serang, Syafrudin dengan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin saat ditemui di Aula Setda usai membahas revisi RTRW, Senin (28/6/2020). FotoAjat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah mengusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Namun pemkot pada usulan tersebut harus melakukan perbaikan.

Diketahui, RTRW yang baru ini salah satunya adalah merevisi tata ruang 2 Kecamatan yakni Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Walantaka untuk menjadi zona pemukiman.

“Revisi ini yang pertama kita adalah memperbanyak perumahan dan perkantoran,” ujar Walikota Serang Syafrudin usai membahas RTRW dengan Bampomperda di Aula Setda Kota Serang, Senin (29/6/2020).

Kemendargri secara substansi menyetujui atas revisi RTRW yang diajukan oleh Pemkot Serang. Hanya saja perlu dilakukan segera perbaikan.

“Kami mengapresiasi bahwa persetujuan substansi dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang ini sudah turun 18 Juni Kemarin,” terangnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, Nanang Saefudin menjelaskan spesifik bahwa revisi RTRW oleh Kemendagri semula terkait luas tanah untuk perumahan 5 ribu hektar. Dalam permohonan revisi, pemkot diminta menambah luas zona perumahan.

“Perumahan dari 5 Ribu jadi 13 ribu hetaran tersebar di 6 kecamatan,” ujarnya.

Sementara untuk zona industri di 2 Kecamatan, Pemkot Serang menyediakan tanah seluas 1.000 hektar.

“Industri itu 1.000 hektaran seluruhnya. Kasemen sekitar 350 an ealantaka sekitar 700 hektaran,” terangnya.

Pemkot Serang kata Nanang diberi waktu selama 1 tahun untuk melakukan revisi RTRW oleh Kemendagri.

“Dikasih waktu satu tahun. Setelah dari sini kita akan sampaikan ke dewan, dibahas oleh Bampomperda disitu, nanti diparipurnakan disampaikan lagi ke pemerintah provinsi dan disampaikan lagi ke Kementrian dalam Negeri,” tungkasnya. (MG-01/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here