Sebuah Kapal Penumpang hendak bersandar di Pelabuhan Merak, Cilegon, belum lama ini. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – DPC Gabungan Pengusaha, Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak tidak meragukan perekaman data penumpang (manifes) berbasis voice to text dapat diterapkan di Penyeberangan Pelabuhan Merak – Bakauheni. Saat ini, metode perekaman manifes penumpang dalam memenuhi Aturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 25 Tahun 2016 tentang Daftar Penumpang dan Kendaraan Angkutan Penyeberangan ini dalam tahap percobaan. Sistem yang tengah dipersiapkan ini juga telah mencapai 90 persen.

“Kalau dari sistem sudah hampir 90 persen, sudah lebihlah. Tinggal nanti kalau ada kekurangan saat berjalan, tapi kalau dilihat uji coba kemarin, (rekam data penumpang) di upper deck contohnya, masuk semua, sudah tidak ada masalah. Bahkan syahbandar sudah bilang good,” ungkap Ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu dikonfirmasi, Sabtu (27/10/2018).

Untuk menyempurnakan sistem manifes itu, kata Togar, beberapa percobaan telah dilakukan pihaknya di Pelabuhan Merak. Penumpang di data sesaat sebelum masuk kedalam kapal.

“Kemarin kita coba di jatra langsung, data sudah sesuai. Jadi saat dia mau naik (kapal), kita sudah record nama, jumlah dan kendaraanya. Jadi teknisnya nanti, sebelum (penumpang) masuk kita tahan dulu. Kan kita ada proses pelayanan dan proses pelayanan itu kita pergunakan. Dan itu nggak makan waktu lama kok, cuman 1 sampai 2 detik saja. Kan sistemnya voice dan itu langsung terecord,” tandasnya.

Data manifes yang telah terekam, lanjutnya, kemudian diserahkan kepada otoritas pelabuhan sebagai syarat yang wajib dipenuhi operator kapal.

“Jadi itu nanti untuk mempercepat datanya masuk ke palayaran. Jumlahnya harus benar, nama-namanya juga kita buat,” tandasnya.

Sejauh ini, kesiapan untuk mengimplementasikan sistem voice to text sedang difinalisasikan. Masing-masing operator kapal nantinya akan menggunakan telepon seluler untuk merekam data penumpang dengan perekaman suara.

“Sekarang lagi menunggu handphone-nya. (jumlah telepon seluler) Itu tergantung jumlah kapal dia (operator kapal). Nanti disediakan di upper deck dan car deck,” paparnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here