20.1 C
New York
Sabtu, April 18, 2026
BerandaPeristiwaGeger! Gas Pabrik KS Bocor, Ini Klarifikasinya

Geger! Gas Pabrik KS Bocor, Ini Klarifikasinya

-

CILEGON, SSC – Gas yang keluar dari cerobong pabrik baja PT Krakatau Steel menggegerkan warga Kota Cilegon. Gegernya gas yang diduga bocor dari area Blast Furnace itu ramai beredar di media sosial.

Informasi yang dihimpun selatsunda.com, foto yang beredar menggambarkan kepulan asap putih yang keluar dari cerobong asap. Foto juga disertai pesan imbauan khususnya kepada karyawan pabrik untuk menggunakan masker sebagai pelindung.

Senior External Communication PT Krakatau Steel, Vicky Rasyid membantah foto yang beredar karena gas mengalami kebocoran. Kejadian itu hanya bersifat pembuangan gas ke udara karena ada kendala pada proses pengolahan material di area coke oven plant. Pembuangan itu, kata dia, harus dilakukan agar area pabrik tidak meledak.

“Namanya produksi kan ada lancar ada tidak, yang tadi itu adalah ada trouble di ujungnya sehingga itu terpaksa harus diflaring, dibuang. Kalau nggak di-flaring meleduk pabriknya, malah jadi masalah di situ,” ujar Vicky ditemui di kantornya, Rabu (19/6/2019).

Vicky mengakui, pembuangan gas dari cerobong yang terjadi tadi memang tidak seperti biasanya. Ada dugaan tekanan saat memproduksi coke oven gas (COG), kata dia, secara berlebihan. Oleh karenanya dilakukan tindakan pembuangan gas untuk menyelamatkan area Blast Furnace.

“Coke oven plant itu menghasilkan kokas dan gas namanya coke oven gas, itu dikonsumsi blast furnace. Nah itu bahasanya seperti mampet. Makanya gas COG dilepas,” terangnya.

“Mampetnya menuju di blast furnacenya, karena demonstratif keluar keliatan ke jalan jadi keliatan heboh, sebenernya nggak,” sambung dia.

Untuk diketahui, Pabrik Blast Furnace yang mnggunakan teknologi China ini ada tiga area pabrik yakni area Blast Furnace, Coke Oven Plant dan Sinter Plant. Diantara ketiganya, baru coke oven plant yang berproduksi. Produksi menghasilkan kokas atau batubara yang digunakan Blast Furnace dan Sinter Plant untuk melebur baja.

Kondisi saat ini di area blast furnace sudah dinyatakan normal. Kejadian sempat geger selama kurang lebih satu jam.

“Sekarang sudah normal lagi. Sejam kemudian. Mesin tetap nyala,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini