Salah satu warga disanksi push up karena tidak menggunakan masker saat Satpol PP melakukan razia di Pasar Lama, Kota Serang, Rabu (2/9/2020). Foto Istimewa.

SERANG, SSC- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang melakukan razia wajib menggunakan masker saat di Pasar Lama, Kota Serang, Rabu (2/9/2020). Razia yang melibatkan BPBD, TNI Polri dan Dishub mendapati puluhan warga tidak menggunakan masker saat beraktivitas.

Informasi yang dihimpun Selatsunda.com, razia digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Didapati 85 warga melanggar tidak mengunakan masker. Pelanggar yang tidak mematuhi protokol kesehatan ini mayoritas adalah tukang ojek.

Kasatpol PP Kota Serang, Kusna Rondani mengatakan, razia digelar bentuk sosialisasi Peraturan Walikota Serang Nomor 30 Tahun 2020. Dimana diterapkan untuk mendisiplinkan dan menegakan Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan mengendalikan Covid-19.

Dalam razia ada puluhan warga yang melanggar tidak menggunakan masker dengan alasan berbeda-beda. Mayoritas karena faktor lupa dan harga mendapatkan masker mahal.

“Mayoritas pelanggar lupa dan enggak menggunaan masker. Sedangkan, alasan masker mahal, tidak ada yang mengatakan itu. Sekarang banyak masker murah, Rp. 5 ribu bisa dicuci berkali-kali,” kata Kusna
kepada awak media di lokasi.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Kepada yang melanggar dalam tahap sosialisasi perwal, kata dia, diberi sanksi sosial berupa menyapu jalan, bernyanyi, atau push up. Sanksi ini masih bersifat sosial meski jika kedapatan tiga kali melanggar akan didenda Rp 100 ribu.

Ia tidak mengharapkan sanksi terakhir yakni pemberian denda diterapkan. Karena penerapan dipandang cukup memberatkan warga. Maka dari itu,  pihaknya meminta warga di Kota Serang dapat benar-benar memperhatikan aturan dan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Kalau sudah 3 kali melanggar, baru denda. Kalo sudah sadar semua, tidak usah terapkan denda. Di masa pandemi, tau sendirilah ekonomi masyarakat kurang. Rp. 100 ribu kan cukup memberatkan,” tambahnya.

Razia penggunaan masker ini rencananya akan dilaksanakan hingga satu bulan ke depan dengan lokasi berbeda-beda. Untuk titik razia, yaitu di pusat-pusat keramaian seperti Pasar atau Mall.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

“Ada di Royal atau Pasar. Kalau di Mall, sudah terlihat tertib sebab sudah banyak yang menggunakan masker. Maka, paling efektif melangsungkan razia, ya, dipusat keramaian masyarakat seperti Pasar Rau, Royal, arena car free day pun akan kita laksanakan,” sambungnya.

Ia kembali mengingatkan agar masyarakat untuk selalu menggunakan masker menjaga kesehatan terhindar dari Covid-19. “Gunakan selalu masker untuk menjaga kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, pedagang kepala di Pasar Lama, Yahdi (56) mengatakan, belum mengetahui soal peraturan wajib masker. Sehingga saat razia, ia mendapat sanksi push up.

“Saya nggak tau kalau ada razia masker, tadi pagi saya kena sanksi push up,” ujar Yahdi saat ditemui di kiosnya. (SSC-03/Red)