SERANG, SSC – Sejumlah harga kebutuhan bumbu dapur belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan di pasar yang ada di Kota Serang. Harga bawang putih yang biasanya Rp 30 ribu, kini melejit naik menjadi Rp 60 ribu.
Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Rau, Asep mengatakan, kenaikan harga bumbu dapur naik 2 kali lipat atau 100 persen dari harga biasanya. Harga sudah merangkak selama seminggu belakangan.
“Biasanya bawang putih itu harganya cuma 30 ribu rupiah per kilogram, sudah ada satu mingguan ini harganya naik jadi 60 ribuan per kilonya,” ujarnya kepada selatsunda.com,” Senin (10/2/2020).
Selain bawang putih, cabai merah ukuran besar juga telah mengalami kenaikan bahkan sudah sejak satu bulan yang lalu.
“Cabai merah besar juga sudah ada satu bulananmah harganya naik jadi 80 ribu rupiah per kilogram yang awalnya hanya 40 ribu per kilonya,” imbuhnya.
Sementara, salah satu ibu-ibu yang sedang membeli kebutuhan dapur yang enggan disebutkan namanya membenarkan atas beberapa kenaikan harga pada beberapa bahan dapur tersebut
“Iyah pada naik, ini aja cabai merah besar saya beli 80 ribu per kilogramnya,” katanya.
Sekretaris Disperindagkop Kota Serang, Tb M Suherman mengatakan, kenaikan harga komoditas dipengaruhi oleh cuaca. Kenaikan dipengaruhi mulai desember sampai akhir januari.
“Cabai, disebabkan oleh karena faktor cuaca, memang musim hujan sehingga cabai merah banyak yang busuk, terjadi dimana mana akibat cuaca ini, pembusukan banyak, sehingga cabe merah ini mengalami kenaikan,” ujarnya.
Sementara, untuk kenaikan harga bawang putih, sambung Suherman akibat arus impor yang terkendala semenjak ramainya penyakit yang diakibatkan oleh Virus corona.
“Yang jelas sejak ada virus korona ini ekspor impor kita terutama dengan negara luar terutama china aga sedikit terganggu sehingga kehati-hatian inilah yang menimbukan dampak dari sisi ekonomi samapi terjadi kenaikan bawang putih ini,” ujarnya.
Berdasarkan keteranganya, hampir 30 persen bawang putih, masih mengandalkan bawang putih yang di impor oleh china ke indonesia termasuk untuk kebutuhan pasar Rau.
Lebih lanjut kata Surahman, hingga saat ini harga masih dapat dikendalikan. Namun bila kenaikn sudah lebih dari 100 persen pihaknya akan melakukan razia pasar.
“Karena harga pasar, dan saat ini masih bisa dikendalikan, sehingga kita juga belum sampai turun sampai menggunakan operasi pasar, karena itu masih fluktuatif kenaikanya,” pungkasnya. (MG-01)

