CILEGON, SSC – Harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Kota Cilegon selama 1 bulan lalu terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 18 Ribu perkilogram. Disperindag Kota Cilegon mengatasi masalah ini menggelar operasi pasar (OP) gula pasir.
Pelaksanaan operasi pasar digelar di Pasar Blok F (Pasar Kelapa), Kota Cilegon, Rabu (13/5/2020). Dalam waktu kurang lebih 2,5 jam, 2 tok gula pasir langsung diserbu masyarakat. Tampak, warga yang tidak menggunakan masker tidak diperbolehkan mengikuti OP tersebut.
Kepala UPT Pasar Blok F Dani Rahmat mengatakan, gula pasir dalam operasi pasar dijual dengan harga terjangkau.
“Jadi OP yang digelar saat dikhususkan hanya untuk warga saja dan bukan untuk pedagang. Kenapa kita gelar OP ini, karena saat ini harga gula pasir merangkak naik dan barang pun langka. Apalagi, sebentar lagi mau Lebaran. Jadi, perlu kita lalukan OP gula pasir untuk menekan tingginya harga gula pasir,” kata Dani kepada Selatsunda.com.
Dani menambahkan, untuk OP ini, gula pasir yang dijual ke warga dibandrol dengan harga Rp 12.500 kg. Warga hanya mendapat jatah sebanyak 2 kg.
“Hanya dijatah 2 kg saja gak boleh lebih. Informasi dari dinas, besok OP digelar lagi tapi tempatnya di Pasar Kranggot. Semoga OP yang kami gelar ini mampu memenuhi kebutuhan warga Cilegon,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Jul mengaku terbantu dengan OP yang digelar oleh Pemda.
“Yah bagus juga lah. Apalagi barangnya udah langka. Kalaupun ada barangnya kosong. Kalau bisa sih bisa ditambah jangan 2 kg. Apalagi kan sekarang mau Lebaran,” ucapnya. (Ully/Red)

