LEBAK,  SSC – Hari kedua pencarian,  Dua korban nelayan asal Kampung Muara,  Desa Binuangeun yakni Andi (30) dan Rudi (30) yang dinyatakan hilang saat KM Barokah  tenggelam di Peraian Binuangeun,  Kabupaten Lebak, Kamis (19/7/2018), masih belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten,  Zainal Arifin mengatakan,  pencarian terhadap korban sudah dimulai sejak pukul 07.00 wib, Jumat (20/7/2018). Saat melakukan operasi, Tim SAR gabungan yang terdiri dari 3 tim disebar ketiga titik pencarian.

“Rencana operasi pencarian dibagi dalam 3 tim yaitu tim 1 dengan menggunakan rubber boat Basarnas Banten mencari di LKP dengan radius 5 NM.  Sementara tim 2  menyisir tepi pantai Muara Binuangeun dengan arah barat sejauh 5 NM dan tim 3 menyisir tepi Pantai Muara Binuangeun dengan arah timur sejauh 5 NM,” ungkap Kakansar.

Saat pencarian,  kata Zainal,  tim 1 tidak dapat melaksanakan operasi karena terkendala gelombang ombak setinggi 3 meter.  Sementara dua tim lain yang melakukan operasi belum berhasil menemukan korban hingga akhir pencarian. Pencarian,  sambungnya, akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

“Tim pertama tidak dapat terlaksana dikarenakan ombak tinggi sekitar 3 meter. Sementara dua yang turun melaksanakan  pencarian,  hasilnya masih nihil, ” terangnya.

Diketahui sebelumnya,  Kapal Nelayan KM Barokah yang tengah mencari ikan di Perairan Binuangeun,  Kabupaten Lebak,  tenggelam. Tiga perahu kincang (katir) yang berusaha menyelamatkan nelayan di kapal itu malah turut tenggelam. Diduga kapal dan 3 perahu itu tenggelam karena disapu gelombang tinggi.  Dua dari 12 nelayan diatas kapal dan perahu itu dinyatakan hilang. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here