Ratusan ASN mengikuti apel hari pertama kerja di Kantor Pemkot Cilegon, Senin (10/6/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pasca libur Lebaran, aktivitas perkantoran sudah mulai kembali berjalan seperti biasanya tak terkecuali Kantor Pemerintahan Kota Cilegon. Namun, pada hari pertama ASN masuk kerja, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Cilegon mencatat ada 11 ASN di Cilegon yang bolos kerja tanpa keterangan. Kesebelas ASN yang bolos ini, salah satunya dari Eselon II di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Mahmudin mengatakan, dari Laporan Kehadiran ASN, ada 11 ASN yang bolos kerja, 9 ASN yang sakit, 1 cuti alasan penting, 3 cuti besar, 1 cuti diluar tangungan negara, 9 cuti sakit, 57 cuti tahunan.

“Jadi awal libur Lebaran tahun ini, ada 11 ASN yang bolos tanpa keterangan,” kata Mahmudin saat ditemui di ruang kerja, Senin (10/6/2019).

Mahmudin mengklaim jika tingkat kehadiran pegawai pada apel usai Lebaran tahun ini mencapai 96,9 persen.

“Hasil perhitungan kami berdasarkan absensi manual usai apel bersama, 96,9 persen ASN ikut apel,” ujar Mahmudin.

Bagi ASN yang bolos kerja tanpa keterangan, pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap persoalan ini. ASN akan dikenakan sanksi berupa potongan TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan) hingga 15 persen sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kita (Pemkot Cilegon,red) enggak akan tinggal diam akan kondisi ini. Sesuai dengan PP No 53, mereka (ASN) yang bolos kerja tanpa keterangan ini akan mendapatkan sanksi berupa potongan TPP hingga 15 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi, mengaku kecewa dengan masih ada ASN yang absen tanpa keterangan. Edi menduga jika aturan sanksi yang diterapkan saat ini kurang memberikan efek jera kepada para ASN.

“Malas juga sebetulnya saya sama orang-orang seperti itu. Sepertinya sanksi pada PP 53 Tahun 2010 itu tidak ada apa-apanya bagi mereka. Paling teguran 1, teguran 2, teguran 3. Lebih baik pakai potongan TPP 15 persen saja,” ujarnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?