Gedung DPRD Kota Cilegon (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Komisi IV DPRD Kota Cilegon menggelar rapat dengar pendapat (hearing) terkait sengketa lahan parkir Cilegon Business Square. Namun, disayangkan PT Sehati Premiere Indonesia mangkir dari hearing yang sudah dijadwalkan tersebut.

Hearing yang digelar ini terkait persoalan sengketa pengelolaan lahan parkir di CBS antara Dinas Perhubungan dengan CV Linggarjati Garden (LG) selaku pihak pengelola parkir.

Dalam paparan yang disampaikan Dishub Cilegon, bila lahan parkir di CBS
merupakan fasilitas umum (Fasum) sehingga pengelolaannya harus diserahkan kepada pihak pemerintah. Sedangkan CV LG menganggap area itu masih milik swasta yaitu PT Sehati Premiere Indonesia.

Ketua Komisi VI DPRD Cilegon, Erick Airlangga mengatakan, pihaknya telah mengundang PT Sehati untuk turut serta dalam hearing yang seharusnya hari ini dilaksanakan. Sayangnya rapat pun ditunda.

“Jadi kita tunda dulu rapat tadi, karena kebetulan PT sehati tidak bisa hadir,” kata Erick yang ditemui di Gedung DPRD Cilegon, Selasa (2/6/2020).

Erick menjelaskan, kehadiran PT Sehati dalam menengahi persoalan sangatlah dibutuhkan untuk memberikan keterangan yang sebenarnya terkait area parkir CBS.

“Karena memang kita kan butuh keterangan dari PT Sehati, betul tidak itu punya PT Sehati, betul tidak itu dibayarkan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) nya oleh PT Sehati segala sesuatunya, kan kita butuh legalitas yang asli, jangan sampai nanti itu ternyata bukan,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan sengketa tersebut, Komisi VI DPRD Cilegon, akan kembali mengundang PT Sehati untuk hadir dalam hearing pada Senin (8/6/2020) pekan depan.

“Kalau memang hari Senin itu PT Sehati tidak bisa hadir juga, yah bagaimana pun kita akan serahkan (pengelolaannya) kepada pemerintah daerah,” katanya.

Diketahui, saat ini izin pengelolaan parkir di CBS oleh pihak swasta dalam hal ini CV LG telah dibekukan oleh Dishub Cilegon.

Erik berharap kehadiran PT Sehati pada saat hearing nanti dapat menyelesaikan polemik yang terjadi dan diharapkan dapat dibahas secara musyawarah.

“Makanya ini juga kan harus di crosscheck (memeriksa kembali) juga semuanya, jangan sampai menyalahi aturan,” ujarnya.

Semenntara, Kepala Dishub Cilegon, Uteng Dadi Apendi mengatakan pihaknya masih menunggu kehadiran PT Sehati dalam hearing tersebut untuk memberikan kepastian.

“Yah kita masih nunggu, kan Senin mau hearing lagi,” katanya.

Sementara itu, Direktur CV LG, Amin Amami masih berkeyakinan lahan parkir di CBS tersebut merupakan fasilitas umum yang pengelolaannya telah diserahkan kepada pihaknya. Artinya, pihaknya telah mengantongi legalitas dokumen serta perizinan pengelolaan lahan tersebut. Seluruh aspek legalitas telah dipenuhi termasuk kerjasama pengelolaan lahan parkir dengan PT Sehati sampai dengan tahun 2022.

“Izin kita ada, PBB kita ada, sertifikatnya juga ada. Berbicara secara legal yah sudah jelas,” ujarnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini