Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’Raj saat mengundi para wajib pajak di papan pengundian pada kegiatan kegiatan pemberian penghargaan bagi wajib pajak daerah dan pengundian doorprize dirangkaikan dengan bulan panutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan tahun 2021 yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Kamis (25/11/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cilegon mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) selama Januari-November 2021 baru mencapai Rp 470 miliar atau 75 persen.

Kepala BPKAD Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengatakan, PAD pada 2021 ditargetkan Rp 579 miliar. Diharapkan dengan tersisa satu bulan, target dapat tercapai.

“Ini masih terus berjalan dengan sisa waktu Desember, semoga bisa meningkat,” kata Dana kepada awak media usai kegiatan pemberian penghargaan bagi wajib pajak daerah dan pengundian doorprize dirangkaikan dengan bulan panutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan tahun 2021 yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (25/11/2021).

Dana menjelaskan, faktor yang mempengaruhi PAD belum mencapai target karena di awal 2021 seluruh Indonesia terkena dampak PPKM Darurat. Kemudian faktor lain karena adanya perubahan sistem anggaran yang sebelumnya dari sistem Simral (Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran, dan Pengelolaan Keuangan Terpadu) menjadi ke SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah). Perubahan itu berdampak pada lambatnya proses penginputan yang dilalukan oleh semua OPD.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Karena dua hal inilah yang membuat kita lambat dalam pencapaian realisasi pendapatan di awal tahun,” jelas Dana.

Meski target tahun ini belum tercapai, kata Mantan Asda III, pihaknya akan memproyeksikan target PAD pada 2022 mendatang naik. Target itu naik tentu dengan berbagai terobosan. Diantaranya akan mendorong industri dan pelaku kemaritiman berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Contoh, nanti kita akan melakukan komunikasi dengan pihak PT Pelindo kaitan operasional mereka. Kedua, kita juga akan melakukan komunikasi dengan para pengusaha laut, agar para pengusaha laut ini bisa menyumbangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk Cilegon. Yang penting, kita komunikasikan dengan para pelaku industri sehingga target yang ingin kita capai bisa tercapai,” tegas Dana.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Ditempat yang sama, Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengaku akan terus mendorong target yang ingin dicapai oleh BPKAD. Salah satunya dengan memberikan apresiasi kepada para wajib pajak di Kota Cilegon.

“Yah kita mah hanya men-suuport aja. Seperti yang dilakukan pada hari ini. Saya pun meminta juga kepada seluruh industri di Kota Cilegon untuk perduli dengan masyarakat dengan taat membayar pajak. Pajak yang kita (Pemkot Cilegon) kumpulkan ini juga untuk masyarakat. Seperti fasilitas pendidikan, fasilitas rumah sakit yang bersumber dari pajak industri,” pungkas Helldy. (Ully/Red)