20.1 C
New York
Kamis, Juni 25, 2026
BerandaPeristiwaHingga September 2025, Ribuan Warga Kota Cilegon Terkena Penyakit TBC

Hingga September 2025, Ribuan Warga Kota Cilegon Terkena Penyakit TBC

-

CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat 1.323 warga terkena penyakit Tuberkulosis (TBC) sejak Januari hingga awal September 2025.  Dari jumlah itu yang telah berhasil melakukan pengobatan TBC sensitif obat sekitar 90 persen pasien memulai terapi.

Diketahui, penyakit TBC merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri ycobacterium tuberculosis dan paling sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menular ke orang lain.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr. Ratih Purnamasari mengatakan, memang Pemerintah Pusat mendorong pemerintah daerah untuk menemukan kasus TBC. Ia menyatakan, dari angka sebanyak 1.323 warga Cilegon yang mengidap TBC, dianggap belum memenuhi target. Karena se-Indonesia ditargetkan mencapai 1.826 kasus TBC. Dinkes Cilegon mengklaim, terus menggenjot angka penderita TBC di Cilegon.

“Kalau ditemukan, nanti bisa segera diobati hingga sembuh. Jadi target harus kita kejar,” kata Ratih kepada Selatsunda.com usai menjalani tes assesmen di Gedung Assesmen Center Pemkot Cilegon, Selasa (16/9/2025).

Menurut Ratih, capaian penemuan kasus TBC di Cilegon sejauh ini tercatat 72 persen. Angka itu masih jauh dari target yang ditetapkan 92 persen.

“Untuk pengobatan TBC sensitif obat, sudah 90 persen pasien memulai terapi. Tingkat kesembuhan juga cukup baik, mencapai 91 persen,” jelasnya.

Ratih menyebut, jumlah pasien TBC resisten obat memang kecil, hanya 5 orang, namun semua sudah memulai pengobatan. Meski begitu, tantangan terberat ada pada upaya menemukan pasien baru dengan kondisi serupa.

“Satu orang positif, minimal 10-15 orang di sekitarnya harus diperiksa. Kadang keluarganya enggan, padahal ini penting,” sebutnya.

Ratih juga menyinggung soal perbaikan lingkungan rumah sebagai salah satu solusi jangka panjang.

“Kalau bisa ada bedah rumah, ventilasi ditambah, genteng kaca dipasang, supaya rumah tidak lembab. Itu sangat membantu pencegahan TBC,” ungkapnya.

Dengan capaian saat ini, Dinkes Cilegon menegaskan komitmennya untuk mengejar target 1.826 kasus penemuan TBC.

“Target ini linier dari pusat sampai daerah. Kita harus bekerja bersama agar masyarakat terbebas dari TBC,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan TBC mudah menular melalui percikan dahak saat penderita batuk. Faktor lingkungan rumah yang minim ventilasi dan pencahayaan juga memperbesar risiko. “Karena itu, etika batuk dan penggunaan masker sangat penting,” tegas Ratih.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Cilegon menggiatkan penemuan kasus aktif (active case finding) hingga ke perusahaan-perusahaan. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional, mengingat Indonesia masih menempati posisi kedua kasus TBC terbanyak di dunia. (Ully/Red)

 

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.