Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Cilegon, Enjat Lukmanul bersama napi yang menerima remisi di hari lebaran menggelar zoom meeting," Sabtu (22/4/2023). Foto dokumentasi Lapas Cilegon

CILEGON, SSC – Sebanyak 17 narapinda Lapas Kelas IIA Cilegon mendapatkan remisi khusus RK II Idul Fitri atau langsung bebas. Remisi itu diberikan kepada narapidana seusai salat Idul Fitri 1444 Hijriah.

Demikian disampaikan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Cilegon, Zulkarnain mengatakan, dari 1.593 narapidana beragama Islam yang diusulkan Remisi Khusus Idul Fitri 2023, 1.576 diantaranya mendapatkan RK I. Sementara 17 narapidana yang dinyatakan langsung bebas di hari Lebaran.

“RK II ada 17 napi yang bebas di hari Lebaran ini,” kata Zulkarnain kepada Selatsunda.com, Sabtu (22/4/2023).

Zulkarnain menambahkan, Ketujuh belas narapidana yang bebas hari ini, merupakan narapidana kasus narkoba dan kasus kriminal.

“Remisi Khusus I artinya setelah mendapat pengurangan masa hukuman, napi masih harus menjalani sisa pidana. Sedangkan Remisi Khusus II, setelah mendapat pengurangan masa pidana atau remisi langsung bebas,” tambahnya.

Pria disapa Zul ini menyebut pemberian remisi Idul Fitri bersifat khusus, dan tidak semua narapidana mendapatkannya. Pemberian hak tersebut sesuai Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Mayoritas napi yang mendapatkan remisi adalah narapidana narkotika sebagai penghuni mayoritas di Lapas Cilegon.

Baca juga  2023, Bank Banten Bukukan Laba Rp 26,59 Miliar

“Tidak semua narapidana berhak mendapatkan hak remisi. Hanya mereka yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti pembinaan saja yang bisa memperoleh hak tersebut. Karena bersifat khusus, hanya warga binaan beragama Islam saja yang mendapatkan remisi Idul Fitri,” jelasnya.

Remisi yang diberikan bervariasi. Paling sedikit 15 hari untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang baru menjalani pidana selama 6-12 bulan.

WBP yang telah menjalani masa hukuman pada tahun pertama hingga ketiga mendapatkan pengurangan masa kurungan selama 1 bulan. Sedangkan narapidana yang telah menjalani 4-5 tahun penjara mendapat remisi 1 bulan 15 hari.

Sementara itu, salah satu napi bebas, Aris Paris Setiawan mengaku senang dan bangga bisa bebas di momen Lebaran di tahun ini. Di mana, dirinya menantikan bisa berlebaran bersama anak dan keluarga di rumah.

Baca juga  2023, Bank Banten Bukukan Laba Rp 26,59 Miliar

“Perasaan senang banget. Hari-hari yang saya tunggu mba. Pas banget dapatnya di Hari Lebaran,” ujar Aris seraya meneteskan air mata.

Aris sapaan akrabnya ini mengaku, dirinya menjalani hukuman untuk kasus pencurian dengan lama didalam penjara selama 4 tahun.

“Kasusnya pencurian mba. Sudah menjalani 2 tahun. Enggak bisa dibayangkan hari ini langsung bebas bertemu anak dan keluarga. Nanti saya mau meminta maaf ke keluarga atas perlakukan saya telah membuat mereka kecewa,” katanya.

Ia bercerita, usai tiba di rumah, dirinya ingin langsung menikmati opor ayam dan ketupat Lebaran buatan orangtuanya.

“Ingin cepat-cepat makan opor dan ketupat. Karena 2 tahun lalu gak bisa bertemu karena kan ada pandemi covid-19. Dan momen tahun ini akhirnya bisa ketemu langsung dan bisa makan makanan khas lebaran,” pungkasnya. (Ully/Red)