CILEGON, Selatsunda.com – Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) hewan ternak nampaknya berdampak pada pedagang hewan kurban di Kota Cilegon. Menjelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah pedagang hewan kurban mengeluhkan sepinya pembeli.
Pantauan Selatsunda.com, sejumlah lapak milik pedagang hewan kurban sudah mulai bermunculan di sudut-sudut jalan di Cilegon.
Salah satu pedagang hewan kurban di area Kelurahan Kalitimbang, Tolip mengaku, wabah PMK sangat berimbas pada hewan kurban yang dijualnya. Itu dirasakannya terjadi sejak mulai berjualan pada awal Juni ini. Jika dibanding dengan tahun lalu, omzetnya menurun hingga 50 persen.
“Biasanya tahun lalu kita bisa jual 7 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Tapi karena ada wabah ini, penjualan baru 2 ekor kambing untuk kerbau belum ada,” kata pedagang asal Lampung ini, Senin (20/6/2022).
Meski ramai wabah PMK, Tolip memastikan jika hewan kurban yang dijualnya aman terhadap PMK.
“Saya jamin semua kesehatan hewan di lapak saya, karena sebelum hewan kurban ini di bawa ke Cilegon dari lampung, sudah menjalani karantina hewan selama 15 hari dan satu persatu hewan dicek ketat oleh dokter hewan serta sudah mengantogi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan Lampung,” tambah Tolip.
Tolip meminta agar masyarakat tidak khawatir dengan adanya wabah PMK tersebut.
“Bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban di lapak kami, kami akan memberikan perawatan hewan gratis dan biaya ongkos kirim gratis se Jabodetabek,” pungkasnya. (Ully/Red)

