Bendahara CCSR Kota Cilegon Dedy Arisandi saat pemaparan launching webite dan SOP CCSR yang digelar di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, Rabu (11/11/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR) terus bertransformasi dalam mengelola CSR dari perusahaan/industri. Untuk memberikan informasi penyaluran bantuan CSR dari industri/perusahaan lebih transparan dan terbuka kepada publik, lembaga dibawah naungan Pemkot Cilegon ini membuat laman resmi atau website.

Ketua CCSR Kota Cilegon, Huluful Fahmi mengatakan, hadirnya laman resmi CCSR ini tentunya untuk memudahkan masyarakat mengetahui sejauh mana informasi penyaluran bantuan CSR dari industri ke warga yang membutuhkan. Terlebih lagi, informasi tentang bantuan sangat dibutuhkan ditengah masyarakat yang terdampak padami covid-19.

“Dengan adanya layanan web ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara detail perusahaan/industri apa saja yang telah menjalankan program CSR-nya. Dan industri yang telah menyalurkan bantuannya namun masih sibuk dan lupa melaporkan datanya kepada kami (CCSR,red) bisa melaporkan melalui web ini,” kata Huluful kepada Selatsunda.com usai kegiatan Workshop dan Rapat Kerja CCSR 2020 di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, Rabu (11/11/2020).

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Diakui Fahmi, dari ratusan industri yang ada di Kota Cilegon, baru 30 industri yang aktif dan terbuka menyalurkan CSR lewat pihaknya.

Seiring dengan penyediaan keterbukaan informasi CSR lewat website tersebut, kata dia, industri yang belum membuat laporan CSR sebaliknya juga diharapkan dapat melakukan yang sama.

“Kalau dari data yang dimiliki oleh DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu), industri di Cilegon cukup banyak. Namun, hanya 30 industri saja yang aktif dan menyampaikan laporannya kepada kami. Karena itu, kami sih berharap, dengan web ini, semua industri bisa dan dapat bekerjasama dan lebih transparan kepada kami,” ucapnya.

Kata Fahmi, sejauh ini juga telah ada Forum CSR yang mengawasi penyaluran bantuan sosial ke masyarakat secara bersama-sama. Sehingga dana CSR lebih transparan dan laporan pertanggungjawabannya menjadi jelas.

Baca juga  Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Ditemukan di Kantor Disnaker Cilegon

“Semua CSR itu ada forumnya. Jadi, jangan berburuk sangka. Semua CSR masuk ke Forum CSR, apa yang dibelanjakan tanyakan ke Forum CSR. Pertanggungjawaban ada dilaksanakan di Forum CSR. Jadi tertib,” pungkasnya. (Ully/Red)