Walikota Cilegon (baju merah) Helldy Agustian didampingi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Ahmad Jubaedi saat meninjau pembukaan tanggap bencana yang digelar di Panti Rehabilitasi yang berlokasi di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon,” Selasa (12/10/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana akan menaikan intensif untuk Relawan Tenaga Siaga Bencana (Tagana) Cilegon. Tak tanggung-tanggung pemerintah kenaikan intensif hingga 150 persen.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Ahmad Jubaedi mengatakan, pada 2022 mendatang, relawan tagana akan memperoleh intensif sebesar Rp 250 ribu per 6 bulan.

“Selama 2 tahun ini intensif relawan Tagana hanya memperoleh Rp 100 ribu. Yang menerima tambahan intensif hanya 80 orang dari total relawan 284 orang,” kata Jubaedi kepada Selatsunda.com saat ditemui dalam pembukaan tanggap bencana yang digelar di Panti Rehabilitasi yang berlokasi di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon,” Selasa (12/10/2021).

Ia menambahkan, kenaikan intensif relawan tagana ini, menurut Jubaedi, disesuaikan dengan intensif yang diberikan oleh pemerintah pusat sebesar Rp 250 ribu yang cair per 3 bulan sekali.

“Dari total 284 relawan Tagana di Cilegon yang udah menerima intensif dari pusat sekitar 204 relawan. 204 relawan ini mendapatkan intensif Rp 250 ribu dari APBN. Sedangkan, 80 relawan akan menerima intensif dari APBD Cilegon sebesar Rp 250 ribu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, APBD Kota Cilegon yang digelontorkan untuk membayar intensif relawan Tagana sebesar Rp 20 juta.

“Jadi tugas dari relawan Tagana ini tidak hanya mempersiapkan jika terjadi bencana saja. Tetapi, mereka harus melakukan sosialisi ke masyarakat, ke sekolah-sekolah dan bentuk-bentuk kegiatan lainya untuk mempersiapkan dan mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” pungkasnya.

Salah satu relawan tanya Kota Cilegon, Arwan mengaku bersyukur dengan penambahan intensif untuk para relawan Tagana yang naik hingga Rp 150 ribu dari sebelumnya hanya menerima Rp 100 ribu.

“Bersyukur ada penambahan intensif. Semoga aja gak sering telat-telat dari atas. Karena tugas dan tanggung jawab kita pun cukup luar biasa dalam menangani persoalan bencana,” imbuhnya. (Ully/Red).