Ketua DPRD Cilegon, Isro Miraj menandatangani pembentukan panitia khusus (Pansus) tiga raperda, Selasa (12/10/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Cilegon dan Gedung DPRD Cilegon akan menjadi salah satu kawasan bebas asap rokok. Hal ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Kota Cilegon yang telah membentuk panitia khusus (Pansus) tentang Kawasan Bebas Asap Rokok.

Dalam raperda ini akan diatur beberapa kawasan larangan merekok. Seperti Kantor Pemerintahan dan Gedung DPRD.

Ketua Pansus Kawasan Bebas Asap Rokok, Baihaiki Sulaimaan mengatakan, dalam raperda ini, akan membatasi titik mana saja yang tidak diizinkan untuk merokok.

“Dalam raperda nanti, titik kawasan larangan merekok berara di kantor pemerintahan, DPRD, sekolah, rumah sakit, puskesmas dan ruang paripurna DPRD Cilegon sebagai kawasan tanpa asap rokok,” kata Baihaiki melalui sambungan teleponenya,” Selasa (12/10/2021).

Baca juga  Truk Tangki Air Minum Tabrak Rumah Makan dan Bengkel di Merak, Sopir Tewas Ditempat

Baihaiki sapaan akrabnya ini juga menampik jika sebelumnya Pemkot Cilegon sudah menerbitkan Perwal (Peraturan Walikota) Cilegon nomor 38 tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Namun implementasi dari peraturan itu dinilai belum berjalan dengan baik.

“Perwal memang sudah ada. Tapi enggak berjalan maksimal. Nanti, dengan diterbitnya Perda (Peraturan Daerah) akan lebih maksimal penerapanya,” tambahnya.

Politisi PPP ini juga mengharapkan, kepada setiap OPD untuk menyiapkan ruangan khusus untuk masyarakat atau tamu untuk merokok.

“Kemungkinan ada tolerasi dari intansi mengijinkan untuk merekok. Tetapi, mereka juga harus bisa menyiapkan ruangan khusus untuk para per kokok. Setidaknya, dengan terbitbya raperda ini bisa menghargai masyarakat yang tidak merokok. Apalagi, udara di Kota Cilegon ini telah rusak karena adanya polusi udara dari pabrik-pabrik,” harapnya.

Baca juga  Kejari Cilegon Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Rokok Tanpa Cukai

Baihaiki menjelaskan, usai terbentuknya panitia khusus ini, pihaknya akan bergerak cepat dengan melakukan penelitian, studi analisa dan rapat-rapat dengan OPD terkait (Dinas Kesehatan, DP3AKB, Dindik) dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengatakan, setuju dengan diterbitkanya Perda (Peraturan Daerah) tentang Kawasan Bebas Asap Rokok.

“Jadi bukan melarang orang untuk merokok. Tapi hanya mengatur kawasan merokok. Jadi, harus detail aturanya. Dan nanti, petugas Satpol PP Cilegon yang mengigatkan masyarakat yang merokok untuk tidak merokok. Dan memang harus ruangan khusus untuk merokok,” pungkasnya. (Ully/Red).