20.1 C
New York
Minggu, Mei 10, 2026
BerandaPeristiwaInspektorat Cilegon Turun Gunung, Audit PCM dan BPRS-CM

Inspektorat Cilegon Turun Gunung, Audit PCM dan BPRS-CM

-

CILEGON, SSC – Inspektorat Kota Cilegon melakukan audit ke PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM), Senin (6/12/2021). Audit yang didampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Banten ini menelusuri dugaan penyelewengan anggaran di dua BUMD Kota Cilegon itu.

Informasi yang dihimpun Selatsunda.com, audit di BPRS-CM terkait dengan kredit macet. Sementara di PT PCM menyangkut dengan pengadaan sparepart tugboat, kendaraan operasional dan jalan Pelabuhan Warnasari.

Inspektur Pembantu (Irban) IV Inspektorat Cilegon Didin S Maulana mengatakan, audit dilakukan menindak lanjuti adanya laporan masyarakat serta instruksi Walikota Cilegon, Helldy Agustian.

“Kedatangan kita ini karena ada mandatori pak Walikota dan adanya pengaduan masyarakat juga, kaitan di BPRS ada permasalahan. Akan kita dalami betul-betul apakah benar dugaan penyelewengan anggaran di 2 BUMD ini,” kata Didin kepada awak media saat ditemui di BPRS Kota Cilegon, Senin (6/12/2021).

Didin menambahkan, salah satu yang diaudit di BPRS-CM menyangkut tentang kebijakan pemberian kredit kepada nasabah yang berimplikasi pembayaran angsuran menjadi macet.

“Pasti kita audit dugaan tersebut. Kita tidak mungkin mengaudit jika tanpa laporan dari masyarakat,” tambahnya.

Didin menegaskan, meski baru dugaan namun pihaknya tetap melakukan audit memastikan benar tidaknya laporan tersebut.

“Dugaan ada, betul atau engga, dugaan itu (ditelusuri). Ya kalau tidak ada, berarti aman-aman saja. Tadi kita baru entry atau perkenalan mau melakukan audit,” pungkasnya.

Selain audit di BPRS-CM, ia menyinggung juga melakukan hal yang sama dengan PCM. Salah satu yang diaudit mengenai pembangunan akses jalan menuju lokasi Pelabuhan Warnasari.

“Iya kita ke PCM juga tadi, itu sudah jelas terkait jalan Warnasari, jalan itu sudah dibangun tapi belum dimanfaatkan,” ujarnya.

“Kan jalan itu sayang bangunnya Rp 39 miliar. Kenapa tidak dimanfaatkan, kita akan tanyakan dari mulai perencanaan dan pelaksanaan seperti apa. Kita akan cek juga fisiknya betul apa tidak,” sambungnya.

Selain itu, audit juga dilakukan terkait dugaan keterlibatan Koperasi Pegawai dalam pengadaan peralatan untuk tugboat dan kendaraan operasional PCM.

“Kita juga melakukan audit terhadap koperasi karyawan. Kita dalami juga hal itu, ada dugaan juga disitu. Tapi kita ingin buktikan ada atau tidak dugaan itu,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur BPRS-CM Idar Sudarma coba dihubungi mengenai audit Inspektorat belum dapat dikonfirmasi. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2