Kondisi Situs Kerjaan Banten Girang di Kota Serang yang mulai terabaikan dan memprihatinkan, Sabtu (22/8/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Situs Kerajaan Banten Girang yang terletak di Desa Sempu, Kota Serang, nasibnya mulai memprihatinkan. Situs yang didalamnya terdapat makam orang pertama pembawa agama Islam di Banten, Ki Mas Jong dan Agus Jo ini tidak mendapat perhatian serius dari Pemkot Serang dan Pemprov Banten.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, nampak dari sisi luar bangunan saat masuk ke dalam situs kerajaan tersebut, papan plang sudah berkarat. Kondisinya juga belum pernah diganti. Selain itu, kondisi toilet juga tampak kotor. Sementara disisi dalam bangunan, kondisi atap terlihat keropos dan bocor.
Sejumlah artefak di masa Kerajaan Sunda Banten Girang yan ada dalam gedung juga tampak disimpan dalam etalase seadanya.

Penjaga Situs (Kuncen) Banten Girang, Abduh Hasan mengaku prihatin dengan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Pemprov Banten. Diabaikannya itu menunjukan bahwa pemerintah tidak memahami sejarah Banten. Padahal situs ini dikenal sebagai sejarah bekas ibu kota Kerajaan Sunda Banten Girang.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas
Toilet di Situs Bantwn Girang tampak kotor

“Kalau Pemkot paham sejarah tidak mungkin Situs Banten Girang diabaikan” ujarnya, Sabtu (22/8/2020).

Ia mengaku, untuk memperbaiki halaman
dengan paving blok agar tidak becek harus merogoh uang yang terkumpul di kotak amal.

“Dulu kalo hujan di depan itu becek, makanya abah bangun pakai paving blok. Nggak ada bantuan dari Pemkot atau Pemprov, Abah ambil dari kotak amal,” tambahnya.

Ia tergugah untuk memperbaiki situs dari uang seadanya karena selama ini banyak mahasiswa dan dosen belajar di Situs Banten Girang pada mata kuliah kebantenan.

Dengan perbaikan itu dinilainya juga masih tidak cukup karena ruangan untuk perkuliahan tidak cukup luas.

Artefak tampak tersimpan di etalase seadanya

“Abah suka disuruh jadi pembicara, karena mahasiswanya banyak, halaman jadi penuh, suara Abah juga nggak besar. Maka, Abah pengen ada yang buatkan ruangan khusus untuk mahasiswa berlajar,” sambungnya.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

Ia menceritakan sekilas tentang asal muasal Situs Kerjajaan Banten Girang didirikan. Situs ini adalah sejarah awal Kerajaan Sunda Banten Girang yang berdiri di abad ke X.
Kemudian berdiri juga Kesultanan Banten pada abad ke XVII.

Dalam Situs terdapat makam Ki Mas Jong dan Agus Jo. Ada pula peninggalan punden berundak yang diduga bekas benteng, goa yang kala itu digunakan untuk berdiam diri rakyat serta museum yang berisi artefak di masa Kerajaan Sunda Banten Girang.

Ia berharap, pemerintah bisa tergugah untuk membantu memperbaiki situs tersebut. Agar sejarah Banten tidak dilupakan khususnya kepada generasi muda.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, Rusmeijoni Setyorini, belum bisa memberikan peryataan terkait kondisi Situs Banten Girang tersebut.

“Saya harus mempersiapkan, karena datanya ada di teman-teman,” tandasnya melalui pesan singkat Whatsapp. (SSC-03/Red)