Salah satu jalan di perlintasan rel kereta api di Kota Cilegon kondisinya membahayakan karena terdapat material batu kerikil, Kamis (5/11/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pengguna jalan khususnya pengendara roda dua mengeluhkan jalan di sejumlah perlintasan rel kereta api di Kota Cilegon. Pasalnya, jalan yang ada di perlintasan rel kereta api kondisinya rusak dan berlubang sehingga membahayakan pengendara.

Sebanyak 10 titik jalan diatas rel kereta api di Kota Cilegon cukup membahayakan pengguna jalan. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

Keluhan itu diungkapkan salah satu warga, Hamdani (25). Ia mengeluh jalan yang membahayakan satu diantaranya terdapat di perlintasan rel kereta di Jalan Raya Cilegon-Anyer tepatnya di Lingkungan Kerenceng. Dia hampir setiap hari saat berangkat dan pulang kerja harus ekstra hati-hati melintasi jalan diatas rel kereta api tersebut.

Terkadang, katanya, jika ada kendaraan lainya harus menunggu kendaraan tersebut melintas. Tidak jarang pula saat turun hujan, jalanan tersebut licin sehingga membuatnya tergelincir.

“Sangat-sangat membahayakan sekali kalau gak hati-hati. Apalagi kalau malam dan habis hujan itu menderita sekali. Besi relnya kan licin. Pernah lihat ibu-ibu bawa motor terjatuh,” kata Hamdani,” Kamis (4/11/2021).

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Ia berharap kerusakan jalan tersebut bisa menjadi atensi pemerintah maupun PT KAI agar secepatnya memperhatikan kondisi jalan tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Kota Cilegon Retno Anggraeni tidak menampik kondisi tesebut. Sedikitnya ada 10 titik jalan diatas kereta api di Cilegon yang harus diwaspadai.

Kesepuluh jalan itu di wilayah Seruni Kelurahan Kedaleman, Seneja Kelurahan Sukmajaya, Pagebangan Kelurahan Jombang Wetan, Temu Putih Kelurahan Jombang Wetan, Ramanuju dekat Kantor Bappeda dan Ramanuju Lama Kelurahan Citangkil, dan Krenceng Kelurahan Kebonsari.

Selanjutnya, dua jalan nasional, berada di
di Krenceng Jalan Raya Anyer dan Gerem Jalan Raya Merak. Serta satu titik jalan di Kawasan Industri Krakatau Steel.

“Jadi penyebabnya, karena kondisi rel kereta api lebih tinggi dari jalan sehingga
menyulitkan kendaraan bermotor. Itu karena pergantian bantalan rel kereta api, jadi relnya lebih tinggi dan jalan sekitar rel rusak semua,” jelas Retno.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Retno menyatakan, selama ini memang KAI melakukan pergantian bantalan rel. Namun aktivitas itu tidak sama sekali dikoordinasikan dengan pihaknya.

“KAI tidak pernah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemkot Cilegon. Bahkan, setalah dilakukan pergantian bantalan, justru pihak PT KAI ditinggalkan begitu saja,” jelasnya.

Pentingnya koordinasi itu, kata Retno, bukan hanya menyangkut kereta api tetapi juga megenai jalan perlintasan rel yang dilalui masyarakat. Karena dengar koordinasi, pihaknya bisa mengajukan perbaikan jalan ke Kementerian PUPR.

“Seharusnya kalau dari awal PT KAI bersurat ke kita, kita siap saja untuk memerbaiki jalan yang rusak. Kami juga udah bersurat ke Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian PUPR untuk memperbaiki jalan nasional yang ada di Cilegon,” bebernya. (Ully/Red)