CILEGON, SSC – Penurunan kunjungan kapal asing yang sandar ke Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menurun hingga 10 persen. Penurunan kunjungan kapal mulai telah terjadi sejak 1 tahun lalu. Merosotnya pendapatan ini karena pengaruh perang dagang dan melemahnya nilai ekonomi global dan mata uang selama ini.
Demikian disampaikan Walikota Cilegon sekaligus pemegang saham PT PCM, Edi Ariadi mengungkapkan, imbas dari ekonomi global saat ini berakibat terhadap menurunnya kunjungan kapal baik industri maupun non industri mengalami penurunan hingga 10 persen, sementata untuk kunjungan dalam negeri mencapai 8 persen.
“Meski pendapatan dari kunjungan kapal menurun hingga 10 persen, namun perolehahan laba yang sebelumnya Rp 31 miliar menjadi Rp 36 miliar. Dengan fluktuasi kurs mata uang dan dilakukannya efisiensi operasional pelabuhan, serta kerjasama yang baik dengan vendor, PCM tetap meraup keuntungan,” kata Edi usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tertutup di salah satu hotel di Cilegon, Jumat (20/3/2020).
Bukan hanya faktor perang dagang dan ekonomi global yang saat ini terjadi, Edi pun mengaku, imbas menurunya pendapatan terdampak oleh virus corona yang mulai menggoyang kapal keuangan perusahaan BUMD tersebut.
Seperti yang diketahui, penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok itu membuat pemerintah sejumlah negara mengeluarkan kebijakan larangan masuk dan keluar negeri.
Karena itu, ia meminta kepada PCM untuk tetap bertahan dan bekerja maksimal agar pendapatan perusahaan tidak mengalami penurunan.
Dengan kondisi ekonimi global ini, Edi pun mengharapkan agar PCM dapat semaksimal mungkin seperti yang diraih tahun lalu.
“Harus bagaimana caranya, mereka operasionalnya lebih bagus. Defidennya hampir Rp 8 miliar, melebihi (target),” ujar Edi seraya mengatakan, bisnis pelabuhan tidak terlepas dari pengaruh global ekonomi,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT PCM Akmal Firmansyah berkilah meski pendapatan kunjungan luar negeri ke PCM menurun hingga 10 persen namun, perusahan tetap mengalami keuntungan sebesar Rp 36 miliar sejak 2019 lalu.
“Awalnya memang (deviden) yang ditargetkan oleh Pemkot Cilegon sebesar Rp 6,5 miliar,” ujarnya.
Kendati berhasil melampaui target dividen, di tahun 2019, sambung Akmal, laju perusahaan tidak mudah, pasalnya, terjadi penurunan kunjungan kapal luar negeri akibat dari kondisi perekonomian dunia.
“Pendapatan PT PCM mayoritas berasal dari aktifitas kunjungan kapal luar negeri, sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap kinerja perusahaan,” terang dia.
Dijelaskan Akmal, di tahun 2019 penurunan kunjungan kapal luar negeri mencapai 10 persen dari rata-rata kunjungan pertahun.
“Angka persis saya lupa karena kita kan menghitungnya dari geraka. Tapi rata-rata kunjungan kapal luar negeri per tahun lebih dari 1.000 kapal,” ujar Akmal.
Untuk menyiasati hal tersebut, perusahaan melakukan efisiensi dalam penggunaan tug boat dan bahan bakar, dari 2,7 juta liter per tahun, menjadi 2,3 juta liter per tahun. (Ully/Red)

