Foto Ilustrasi (Sumber: google images)

CILEGON, SSC – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon mencatat jumlah warga miskin di Kota Cilegon selama 2019 sebanyak 13,2 ribu jiwa. Angka tersebut lebih rendah dibanding 2018 lalu yang mencapai 13,96 ribu jiwa.

Kepala BPS Kota Cilegon Bambang Suyatno menjelaskan jika dibandingkan angka 2018 ke 2019 lalu, jumlah warga miskin di Kota Cilegon mengalami penurunan sekitar 7 ribu atau 0,20 persen.

“Untuk 2020 ini kami (BPS Cilegon) belum dapat menjelaskan kondisi berapa warga miskin yang tinggal di Cilegon. Tapi yang jelas, jika dilihat dari 2018 ke 2019, warga miskin tinggal di Kota Cilegon menurun sekitar 7 ribu atau 0,20 persen,” kata Bambang kepada Selatsunda.com saat ditemui di kantornya,” Senin (20/7/2020).

Baca juga  PT Krakatau Posco Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Cilegon

Bambang menuturkan, turunnya angka kemiskinan disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya meningkatkanya aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat hingga bantuan yang diberikan pemerintah ke warga miskin. Selain itu, Pemkot Cilegon dianggap berhasil dengan program pemerintah dalam menekan laju kemiskinan yang terjadi ini.

“Selain faktor ekonomi dan daya beli masyarakat yang bagus, faktor lainya warga miskin di Cilegon menurun yaitu, ada usaha dari Pemkot Cilegon dengan program yang ada dalam menekan warga miskin tinggal di Kota Cilegon,” ujarnya.

Kata Bambang, jika dilihat dari kabupaten/kota di Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang masih berada di urutan pertama untuk persoalan kemiskinan. Lalu diikuti Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang. Sementara, Kota Cilegon berada dalam urutan kedua untuk tingkat kemiskinan terbaik.

Baca juga  Gawat! Ruang Isolasi Pasien Corona di Trans Hotel Cilegon Overload.

“Yah Kota Cilegon masih baik lah jika dibandingkan dengan Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Sementara untuk Banten tingkat pengangguran berada pada  posisi enam terbaik persentase jumlah penduduk miskin terendah se-Indonesia. Banten berada di bawah DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (Ully/Red)