Polresta Tangerang membongkar kasus produksi pembuatan minuman beralkohol jenis ciu ilegal, Jumat (5/11/2021). Foto Istimewa

TANGERANG, SSC – Polresta Tangerang membongkar kasus produksi pembuatan minuman beralkohol jenis ciu ilegal di Ruko Bojong, Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kasus produksi Ciu ilegal awalnya dibongkar
tim Resmob Satuan Reskrim Polresta Tangerang berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari informasi itu, tim kemudian melakukan penyelidikan disalah satu ruko di Desa Bojong, Kecamatan Cikupa.

Tim kemudian mengikuti satu unit kendaraan R4 jenis Grand Max yang keluar dari ruko. Kendaraan itu langsung dihentikan dan digeledah di Jalan Raya Tigaraksa. Didapati di dalam kendaraan tersebut tersimpan puluhan dus diduga miras Ciu. Penyidik dalam pengungkapan itu turut mengamankan tersangka inisial BA (35) yang merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara.

“Sebanyak 50 dus yang masing-masing dus berisi 24 botol ciu berbagai ukuran,” ungkap
Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga saat Press Conference bersama Kapolresta Tangerang KBP Wahyu Sri Bintoro di ruko tempat pembuatan minuman beralkohol jenis ciu tersebut, Jumat (05/11/2021).

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Penyidik setelah mengamankan barang bukti dari kendaraan langsung bergerak ke dalam ruko. Ternyata terbongkar pula beberapa alat yang digunakan untuk produksi Ciu. Yakni 4 tungku penyulingan, 4 panci penyulingan, 95 drum farmentasi isi, 15 drum farmentasi kosong, 25 tabung gas, 3 kompor gas, 3 dus ragi, 2 kipas blower, 10 jurigen hasil penyulingan, 1.175 botol isi ciu siap edar.

Tersangka BA (35) dalam pengakuannya kepada penyidik awalnya menyewa ruko berlantai 3 tersebut untuk usaha konveksi selama satu tahun. Usaha tersangka itu sekitar empat bulan ditutup dan mulai memproduksi Ciu.

“Untuk lantai dasar ruko digunakan tersangka menyimpan bahan dasar pembuatan ciu yakni ragi, beras merah dan gula di dalam drum besar,” ujar Shinto.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Kemudian Kapolresta Tangerang,
KBP Wahyu Sri Bintoro menambahkan untuk ciu yang diproduksi dan dijual tersangka ada tiga jenis dengan ciri-ciri tutup botol warna merah kadar alkoholnya 40 persen, tutup botol warna hijau dengan kadar alkohol 35 persen dan tutup botol warna putih dengan kadar alkohol 30 persen.

“Dalam sehari tersangka dapat memproduksi rata-rata sebanyak 20 dus setiap dus berisi 24 botol dengan harga perbotol 15 ribu dan 11 ribu. Sehingga keuntungan ekonomis yang berhasil didapatkan tersangka dalam satu hari mencapai 6 sampai dengan 7 juta,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, lanjut Kapolres tersangka akan dipersangkakan dengan Pasal 140 jo Pasal 142 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman penjara selama dua tahun dan Pasal 62 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman penjara selama lima tahun. (Ronald/Red)