Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical, Kota Cilegon, Jumat (5/11/2021).Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Unjuk rasa terjadi di PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (5/11/2021). Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) Indonesia menuntut kepada Chandra Asri agar limbah plastik perusahaan dapat dikelola oleh mereka.

Pantauan Selatsunda.com, aksi demonstrasi dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB. Massa datang dengan berkonvoi kendaraan. Saat tiba di pabrik kimia di Gunung Sugih itu, massa langsung melakukan orasi.

Koordinator Aksi, Doddy Wijaya mengatakan, aksi demo dilakukan karena selama ini untuk bekerjasama dengan Chandra Asri dalam mengelola limbah sangatlah sulit. Lapbas berkeinginan agar limbah dapat dikelola sehingga ormas bisa berjalan.

Baca juga  Mobilitas Kerja Tinggi, Anggota Dewan di Cilegon Berpotensi Terserang Penyakit Jantung dan Kolesterol

“Keinginan kita satu, pertama ingin diberdayakan. Karena kita masyarakat pribumi untu masuk ke Chandra Asri sangat sulit. Kemudian kedua, tuntutan kami mengenai limbah, kalau organisasi itu akan berjalan jika ada uang kas,” ungkap Doddy yang juga Wakil Ketua DPC Lapbas Cilegon.

Ia mengatakan, upaya untuk membicarakan tentang pengelolaan limbah sudah dilakukan beberapa kali dengan perusahaan. Namun tidak menemui titik temu.

“Bagaimanapun caranya Chandra Asri bisa mengakomodir kami. Membuka peluang untu kami. Kami ini membeli (limbah) bukan meminta,” ungkapnya.

Saat aksi berlangsung, beberapa perwakilan dari Lapbas diundang untuk bermediasi dengan perusahaan. Belakangan diketahui mediasi antara massa aksi dan perusahaan tidak menemui titik temu alias dead lock.

Baca juga  Pemkab Serang Bongkar Tujuh THM di JLS Cilegon

Sekjen DPP Lapbas, Guntur mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui selama ini pengelolaan limbah plastik dimonopoli segelintir pihak. Lapbas hanya ingin agar pengelolaan limbah dapat dikelola  bersama.

“Kami hanya ingin bekerjasama dan bermitra,” terangnya.

Ia menuntut agar tuntutan massa aksi agar dapat dipenuhi. Bilamana tidak dipenuhi massa aksi tidak akan membubarkan diri.

“Kami menuntut hari ini harus ada keputusan. Kalaupun tidak ada keputusan, kita tidak akan bubarkan massa aksi,” tegasnya. (Ronald/Red)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!