CILEGON, Selatsunda.com – Pemerintah Kota Cilegon melakukan upaya untuk memajukan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Salah satunya dengan mendirikan sentra IKM bagi puluhan pengrajin emping melinjo yang ada di Lingkungan Gempol Wetan Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta.
Lurah Pabean Nurul Hadiyati mengatakan, sedikitnya ada sebanyak 50 pengrajin di Lingkungan Gempol Wetan menggeluti produksi kerupuk emping melinjo. Produk yang dihasilkan sangat berdaya saing.
Hanya saja, kata Nurul, pemasaran hasil produk emping belum terkelola secara baik. Ia menyatakan, dengan dibentuknya sentra IKM diharapkan dapat membantu para pengrajin mengembangkan dan memasarkan produknya.
“Otomatis dengan ada sentra emping ini bisa menjadi strategi marketing kami dalam memasarkan dan memproduksi emping ke masyarakat Cilegon dan luar Cilegon,” kata Nurul kepada Selatsunda.com, Kamis (23/6/2022).
“Dan hari ini pagi tadi, sentra emping langsung diresmikan oleh Pak Wakil Walikota Cilegon dan Pak Camat Purwakarta,” tambah Nurul.
Nurul mengungkapkan, potensi pengembangan produk emping melinjo sangatlah besar. Karena bahan baku melinjo didapat dari pohon yang ditanam sendiri oleh pengrajin. Kata dia, pengrajin dengan sumber yang tersedia dapat menghasilkan 5 kwintal emping perminggunya.
“Yang membedakan emping buatan kami dengan emping lainnya, yakni, di Gempol Wetan ini punya pohon melinjo sendiri. Otomatis tidak kesulitan dalam memproduksi emping ini,” tuturnya.
Nurul berharap, dengan dibentuknya sentra emping selain untuk membantu para pengrajin juga bisa menjadi daya tarik pengunjung atau wisatawan yang berkunjung ke Cilegon.
“Jadi kedepan, kami akan sinergikan sentra emping ini dengan Bukit Kedurung. Dan berharap juga ada pemberian CSR baik dari pihak BUMN dan BUMD untuk membantu UMKM di Kelurahan Pabaen,” pungkasnya. (Ully/Red)

