CILEGON, SSC – Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan menyoroti kinerja OPD (Organisasi Perangkat Daerah) penghasil pajak dan retribusi. Hal ini lantaran, sampai saat ini potensi penerimaan pajak dan retribusi masih belum menunjukkan target yang maksimal. Oleh karena itu, ia meminta agar OPD penghasil pajak dan retribusi bisa melakukan jemput bola kepada wajib pajak yang ada di Cilegon.
“Saya dengar di Pemkot Cilegon sudah dibentuk Satgas PAD, semestinya satgas ini harus bisa melakukan skrining mana aja potensi kobovoran yang ada dan mana pajak atau retribusi yang belum digali. Itu yang harus dilakukan mereka,” kata Rizki kepada Selatsunda.com ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, ada beberapa hal yang justru harus dilakukan oleh para OPD penghasil. Seperti jemput bola ke wajib pajak maupun wajib pajak baru, melakukan evaluasi tappingboks ke hotel maupun restoran dan memastikan tapping books aktif maupun tidak aktif.
Ketiga, melakukan komunikasi ke Provinsi Banten, mengingat ada keterbatasan kota dalam melakukan izin terkait BPHB.
“Seharusnya komunikasi dari Pemkot Cilegon ke Provinsi itu harus lebih ditingkatkan. Kenapa? Agar dana transfer dan dana bantuan provinsi untuk Cilegon bisa dimaksimalkan berdasarkan wajib pajak dan retribusi yang ada di Cilegon.
“Seperti contoh izin yang dikeluarkan oleh Provinsi, di pemanfaatan air tanah. Meski izinnya dari provinsi, tapi ketika orang mau masuk ke Cilegon harus melewati Dinas PTSP. Cilegon. Isa merekomendasikan mengurus suratnya ke provinsi. Tapi sebelumnya, kita (Pemkot Cilegon) melakukan diskusi dengan Provinsi sehingga dana bagi hasil masuk ke Cilegon,” jelas Rizki.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) juga meminta kinerja pegawai tidak berpengaruh dengan rencana mutasi rotasi yang akan dilakukan oleh kepala daerah. Namun, sebagai ASN (Aparat Sipil Negara) tentu harus menunjukkan profesionalisme sebagai birokrat.
“Seharusnya kita berkaca dan memahami profesionalisme birokrat. Birokrat itu harus siap ditempatkan di mana aja. Artinya unsur profesionalisme itu harus ditekankan oleh mereka. Di mana pun dia ditempatkan harus menunjukkan dedikasinya. Karena mereka sudah mengabdi untuk masyarakat dan siap ditempatkan di mana aja. Tinggal tunjukin aja profesionalisme dia bekerja,” tegas Rizki. (Ully/Red)

