KMP Nusa Dharma yang dipandu dua tugboat berhasil disandarkan di Dermaga 7, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Selasa (16/11/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Setelah terkendala dengan alat kemudi, Kapal Muatan Penumpang (KMP) KMP Nusa Dharma akhirnya berhasil dievakuasi, Senin (15/11/2021). Puluhan penumpang yang ada dalam kapal dievakuasi dalam kondisi selamat.

Pantauan Selatsunda.com,  kapal milik PT Putra Master Sarana Penyeberangan Bankers itu dievakuasi dengan dua kapal tugboat ke Dermaga 7, Pelabuhan Merak. Kapal itu dipandu tugboat dari sekitar Pulau Merak Besar. Kapal tugboat terlihat cukup lama melakukan proses evakuasi dengan kondisi angin kencang. Baru sekitar pukul 22.00 WIB, kapal berhasil disandarkan.

Puluhan Penumpang KMP Nusa Dharma berhasil dievakuasi di Dermaga 7, Pelabuhan Merak

Salah satu penumpang, Agung mengaku, dirinya merasa kapal sudah mengalami kendala saat baru berlabuh dari Dermaga 2. Tidak diketahui penyebabnya, ia mengaku kapal saat berlabuh menubruk Pulau Merak Besar.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Jadi pas saat (kapal) keluar itu, nabrak pulau,” ujar Agung seraya menunjuk Pulau Merak Besar.

Akibat insiden tersebut, kapal mengapung sekitar 5 jam lamanya. Meski telah berhasil dievakuasi dan selamat, namun saat kejadian dia mengaku panik.

“Kira-kira 5 jam, panik sih tadi,” tutur penumpang dari Kota Serang yang hendak berangkat ke Lampung.

Sementara, Kepala Operasi PT Putra Master Sarana Penyeberangan Bankers Cabang Merak, Rohmat mengatakan, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Kendaraan pribadi itu ada 15 unit, pick up 3 unit, motor 1 unit, colt diesel 7 unit, truk 9 unit, tronton 7 unit. Penumpang pribadi 20 orang, semua selamat,” ujarnya.

Ia mengaku, kapal saat baru berlabuh dari dermaga 2 mengalami kendala pada kemudi. Saat itu kapten kapal langsung berinisiatif melego jangkar.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

“Itu kan karena posisi mau gerakan, lepas dari break water ada kendala di kemudi. Kemudian kapten mengambil inisiatif untuk lego jangkar di sekitaran Pulau Merak Besar. Karena kemudinya bermasalah, ada kendala, langsung lego jangkar,” tuturnya.

Ia mengaku, kejadian tersebut diduga karena terkendala pada alat kemudi. Karena mesin kapal dan alat lainnya normal.

“Dugaan awal kita alat kemudi. Sementara yang lainnya, mesin hidup, lampu normal, semua normal,” pungkasnya. (Ronald/Red)