CILEGON, SSC – Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melakukan investigasi atas insiden KMP Sebuku yang mengalami gangguan kemudi di Perairan Merak, Kota Cilegon, Kamis (9/10/2025).
Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal pada KSOP Kelas I Banten, Rawat Gultom mengatakan, hari ini bidangnya bersama dengan Bidang Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) melakukan pengecekan ke KMP Sebuku.
“Kami hari ini dari KSOP Banten mengecek kondisi kapal itu dari marine inspector dan KBPP. Hanya mengecek dahulu dan mensurvei, itu arahan dari pimpinan,” ujar Gultom ditemui di Kantor KSOP Banten, Jumat (10/10/2025).
“MI itu belum ada BAP-nya, mengecek dahulu kesana. Itu arahan pimpinan,” sambungnya.
Dari informasi awal yang diterima pihaknya, kata Gultom, KMP Sebuku mengalami gangguan di bagian sistem kemudi.
“Itu ada di trouble engine. Jadi mau di cek,” ucapnya.
Sebelumnya terjadi insiden, kata Gultom, KMP Sebuku dinyatakan laik jalan. Meski demikian, kapal bisa saja saat beroperasi terjadi masalah.
“Tidak ada (masalah saat uji petik). Sama seperti kendaraan, saat tertentu, itu bisa terjadi trouble. In kan kapal, kendaraan air,” terangnya.
Saat ini paska kejadian, KMP Sebuku diengkerkan.
“Dalam kondisi sekarang. Kapal angker, kalau tidak salah mau docking,” ucapnya.
Saat ini, kata Gultom, Kapal ASDP yang beroperasi ada sebanyak 6 kapal. Setiap harinya, Kapal ASDP beroperasi sebanyak 4 kapal.
“Ada Sebuku, Portlink, Portlin Tiga, Batu Mandi, Jatra, Legundi. Lazimnya rutin sehari 4 kapal, kalau ini tidak ada (KMP Sebuku), berarti masih ada yang lain,” pungkasnya. (Ronald/Red)

