CILEGON, SSC – Dana Transfer ke Daerah (TKD) Kota Cilegon berpotensi dipangkas Rp 230 miliar. Menanggapi adanya potensi pemangkasan TKD, Walikota Robinsar menyatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat.
“Belum ada ketetapan kita masih menunggu kepastian dari pusat,” kata Robinsar kepada awak media ditemui di Polres Cilegon, Kamis (9/10/2025).
Saat ditanya media apakah pemangkasan TKD akan berdampak pada rencana pinjaman pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU), Robinsar tak mau berspekulasi. Pihaknya masih menunggu kepastian Pusat.
“Iyah makanya kita lihat situasi seperti apa. Sampai sekarang kan belum ada kepastian semua seperti apa. Masih menunggu kepastian. Kepastian dalam dipangkas atau tidak terus berapa nominal angka yang dipangkas kita pun belum tahu,” ujar Robinsar.
Kendati demikian, Walikota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan program prioritas dan pelayanan dasar kepada masyarakat serta kesehatan tidak akan terganggu meski dana transfer mengalami pemangkasan.
“Yang pasti apapun nanti diterima dana transfer, yang pasti pelayanan dasar tetap diutamakan. Seperti pendidikan dan kesehatan itu jadi utama kami. Hak-hak para pegawai itu pasti dan ketika memang dari fiskal masih memungkinkan tentunya program prioritas kami dahulukan. Tapi semua itu harus dilihat dari situasi dan kondisi. Masih melihat berapa dana transfer yang akan diterima,” tegas Robinsar.
Politisi Partai Golkar menyebut jika TKD yang dipangkas sebesar Rp 230 miliar masih wacana. Apabila nanti telah diketuk palu, kata Robinsar, baru nanti pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi fiskal Kota Cilegon.
“Tapi itu masih wacana. Maksudnya belum ada kepastian baru, belum ada kepresnya dan belum di ketok palu. Makannya kita sedang melihat berapa? Sedang kita hitung kembali. Dan kita juga mestinya harus menyesuaikan jangan sampai pelayanan dasar terganggu. Intinya kebutuhan dasar diutamakan ketika masih memungkinkan kepastian fiskal,” katanya.
Soal pembangunan JLU, kata Robinsar, Pemkot Cilegon akan tetap mengupayakan pembangunan di 2026 nanti.
“Yah diupayakan. Kan langkah sedang kita tempuh tinggal semua beberapa syarat dari dewan yang masih mungkin dimasukan,” pungkasnya. (Ully/Red)

