Polres Serang Kota mengungkap kasus kawanan pencuri pecah kaca saat ekspos kepada media di Mapolres, Senin (13/9/2021). Foto Deri Ranggani/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Lima pelaku pencurian dengan modus pecah kaca yang kerap beraksi di Kota Serang diamankan Tim Resmob Kepolisian Resort (Polres) Serang Kota. Kelima pelaku yang diamankan berinisial DS (35), EW (44), KS (36) BG (36) dan LS (20).

Kasus pencurian spesialis pecah kaca terungkap dari laporan masyarakat dan rekaman CCTV. Kelimanya dilaporkan beraksi di 6 lokasi kejadian.

Dari informasi tersebut, penyidik melakukan pengembangan dan mendapati pelaku yang terlibat sebanyak 10 orang. Penyidik kemudian bergerak dan menangkap 5 pelaku saat tengah berada di Perempatan Lampu Merah Palima, Kecamatan Curug, Serang.

“Kita berhasil mengamankan 5 orang,” ujar
Kapolres Serang Kota, AKBP Maruli Hutapea saat ekspos kepada media di Mapolres, Senin (13/9/21).

Baca juga  PTM Berjalan Tiga Pekan, Dindik Cilegon Klaim Tak Temukan Klaster Sekolah

Pelaku dalam aksi pencurian mengincar mobil yang tengah terparkir di pinggi jalan. Pelaku mengincar mobil yang di dalamnya tersimpan dompet, tas dan barang berharga lainnya.

Saat menjalankan aksi, setiap pelaku berperan secara berbeda. Ada yang mencari target, memantau dan mengeksekusi mobil yang dicuri. Pelaku dalam aksi selalu terlebih dahulu melakukan gembos ban.

“Para pelaku mempunyai peran masing-masing saat melancarkan aksinya,”ungkapnya.

Kapolres menyatakan, barang hasil curian oleh pelaku dijual ke beberapa wilayah di Pulau Sumatera dan Jawa. Saat ini pihaknya masih memburu keterlibatan pelaku lainnya. Termasuk diantaranya penadah yang menerima barang yang dijual pelaku.

“Masih ada pelaku lain, itu kita kejar,” terangnya.

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan berbagai barang bukti yakni 3 unit sepeda motor, peralatan yang digunakan saat aksi pencurian dan barang bukti lainnya. Atas perbuatan yang dilakukan, kata Kapolres, para pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun. (SSC-04/Red)