Kota Cilegon Diprediksi Akan Hujan Ekstrem di Awal 2026

0
477
Seorang pengendara melintas di Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon saat turun hujan. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Masyarakat Kota Cilegon patut waspada saat musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Karena, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ektrem akan melanda Kota Cilegon pada Januari 2026. Hal ini terungkap dalam Pertemuan Pemkot Cilegon dengan BMKG di Kantor Pemkot, Senin (1/12/2025).

Walikota Cilegon, Robinsar menyatakan, berdasarkan hasil rapat antara Pemko dan BMKG perlu adanya keseriusan dan mitigasi bencana yang harus dilakukan oleh pihaknya.

“BMKG tadi menyampaikan jika Januari 2026 nanti, intensitas hujan ekstrem akan terjadi di Cilegon. Dalam rapat tadi pun, kita (Pemkot Cilegon) dengan BMKG berdiskusi perihal potensi bencana apa yang akan terjadi dan bentuk mitigasinya seperti apa,” kata Robinsar, Senin (1/12/2025).

“Saya juga sampaikan juga, jika selain potensi hujan ekstrem, ada potensi gempa maupun gempa megathrust dan anak gunung krakatau semua itu memiliki potensi yang harus kita waspadai,” sambungnya.

Robinsar menambahkan, saat ini Kota Cilegon baru memiliki 5 alat Warning Receiver System (WRS). Ia pun tak memungkiri, dengan banyaknya industri di Cilegon ini, Pemkot Cilegon berencana akan menambah jumlah WRS yang nantinya akan disebar ke seluruh titik di Cilegon.

“Kemungkinan akan kami tambah lagi di tahun depan (WRS). Nanti akan kami anggarkan untuk sirine WRS. Selain alat WRS, tentunya sosialisasi ke masyarakat pun harus lebih dioptimalkan lagi. Tentunya rasa keperdulian industri dalam melakukan sosialisasi juga harus diutamakan dalam hal ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon, Suhendi, mengungkapkan, dalam menghadapi pontensi hujan ekstrem ini, pihaknya terus melakukan kesiapsiagaan terutama menghadapi potensi bencana.

“Selama ini, kesiapsiagaan kami sudah terus berjalan. Baik secara fisik maupun non fisik pun sudah kami lakukan. Secara fisiknya saja, dari Dinas PUPR Kota Comegon, sudah melakukan normalisasi sungai, pembersihan tandon hingga pemasangan memasang pompa,” urai Suhendi.

Ia pun tak menampik, setiap musim hujan, Kota Cilegon menjadi langganan kiriman banjir dari wilayah Mancak, Kabupaten Serang. Akibatnya, pihaknya tidak bisa mencegah terjadi banjir tersebut.

“Kalau dari hulunya banjir, kami (Cilegon) tidak bisa mencegahnya. Beberapa titik yang perlu diwaspadai bencana banjir sendiri, mulai dari sepanjang Sungai Cibeber, Sambirata, Karanganyar, Grogol, Merak hingga Ciwandan. Titik-titik inilah yang menjadi langganan banjir ketika musim hujan terjadi,” pungkasnya. (Ully/Red)