CILEGON, SSC – Salah satu pasangan calon (paslon) yakni paslon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta mengumumkan klaim kemenangan di Pilkada Kota Cilegon. Dengan versi hitung cepat (quick count) internal dan lembaga survei, paslon nomor urut 4 mengklaim menang mengungguli 3 paslon lainnya.
Mengenai hitung cepat paslon ini, Komisioner KPU Kota Cilegon, Eli Jumaeli tidak berhak menanggapinya karena hasil hitung cepat tersebut bukan hasil resmi.
Namun demikian, pihaknya patut menyampaikan imbauan kepada masyarakat Cilegon agar dapat bersabar menunggu hasil rekapitulasi pemungutan dan perhitungan suara yang akan ditetapkan secara resmi oleh penyelenggara pemilu.
Hal ini disampaikannya agar masyarakat bisa bersama-sama menjaga kondusifitas pada pilkada ini sampai seluruh proses selesai.
“Kami menghimbau kepada masyarakat dan semua pihak untuk menjaga kondusifitas proses pilkada ini sampai dengan selesai dan tuntasnya rekapitulasi di tingkat KPU kota,” ungkapnya, Kamis (10/12/2020).
Secara aturan, kata Eli, rekapitulasi perhitungan pemungutan dan perhitungan suara dilakukan secara berjenjang dari mulai tingkat TPS hingga KPU kota. Rekapitulasi yang telah dilakukan oleh PPS pada, Rabu (9/12/2020), Kemarin di seluruh TPS, kata Eli, akan dilanjutkan ke rekapitulasinya di tingkat PPK atau Kecamatan.
Pada regulasi yang ditetapkan, rekapitulasi di tingkat PPK atau kecamatan dijadwalkan dapat dilaksanakan mulai dari 10 – 14 Desember 2020.
Kemudian setelahnya akan dilanjutkan dengan rekapitulasi pemungutan dan perhitungan suara di tingkat KPU kota yang pelaksanaan dijadwalkan antara 13-17 Desember 2020.
“Kita (untuk perhitungan suara di tingkat kota) masih terlebih dahulu mengundang PPK, rakor persiapan pleno ditingkat PPK. Nanti baru akan ditetapkan jadwanya,” paparnya.
Sejauh ini, dalam proses pencoblosan hingga pemungutan dan perhitungan suara di seluruh TPS di Kota Cilegon berjalan lancar. Namun kata dia, hanya ada sedikit kendala terkait hujan. Sejumlah TPS yang diprediksi tidak dapat menyelenggarkan pencoblosan, dilakukan pergeseran ke TPS alternatif. Hal itu kata dia, telah bisa diatasi pihaknya.
“Alhamdulilah, proses pemungutan dan perhitungan (tingkat TPS), semua berjalan normal. Walaupun sedikit ada kendala, itu masih bisa diatasi kita. Ada pergeseran TPS karena hujan yang lebat. Ada satu dua bergeser ke TPS lain. Itu ada TPS alternatifnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

