Direktur Human Resources & General Affair PT Krakatau Posco, Andi Soko Setiabudi memberi sambutan pada kegiatan Krakatau Posco Year End Media Gathering di salah satu restaurant di Kota Cilegon, Kamis (20/12/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Krakatau Posco mengestimasi penjualan baja slab pada tahun 2018 ini membukukan keuntungan. Sekalipun laporan keuangan belum diaudit namun perusahaan patungan Posco Group dan PT Krakatau Steel ini optimis dapat membukukan keuntungan pada kisaran 20 juta dollar.

Direktur Human Resources & General Affair PT KP, Andi Soko Setiabudi mengaku, sangat mengapresiasi kerja keras jajaran direksi maupun seluruh karyawan atas keberhasilan yang diraih pada tahun ini. Keuntungan yang diraih ini menunjukan bahwa KP telah memproduksi baja yang berkualitas serta menjalankan strategi market yang baik. Selain itu, nilai untung ini, kata Andi, juga dipengaruhi iklim pasar baja global yang kembali bergeliat diikuti kebijakan pemerintah mengurangi dan mengendalikan impor baja dari RRT.

“Alhamdulilah bisnis baja kita (PT Krakatau Posco) cukup baik. Pertumbuhan bisnis baja ini dilihat dari performa dari perushaan khususnya di bagian produksi, bagian marketing sehingga membuat bisnis baja ini meraup untung besar. Kalau informasi yang saya terima, 2018 keuntungan mencapai 20 juta dollar. Kemungkinan akan lebih dari 20 juta dollar itu pun akan terlihat dari hasil audit nanti,” Kata Andi Soko dalam sambutanya pada acara Krakatau Posco Year End Media Gathering di salah satu restaurant di Kota Cilegon,”Kamis (20/12/2018).

Andi menjelaskan, untung yang dibukukan ini telah lama dinanti seluruh pihak. Sejak pabrik beroperasi pada 5 tahun lalu, laporan keuangan KP pada tahun ini diperkirakan tidak lagi merugi.

“Ini yang kita tunggu-tunggu dari direksi selama 5 tahun lalu. Karena selama 5 tahun bisnis baja ini tidak pernah untung. Tapi, alhamdulilah tahun ini untung besar. Dan kontribusi ini tentunya memberikan kontribusi yang baik terhadap PT KS. Karena, berapa pun hasil dari Krakatau Posco 30 persen untuk KS. Begitu juga sebaliknya, 30 persen untung ini dari KS dan  dikembalikan untuk KS,” ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, kata Andi, KP pada tahun 2019 berencana akan menaikan nilai investasi sekitar 5-10 persen. Sehingga baja slab yang dihasilkan dapat meningkat.

“Kita sih berkeinginan nilai investasi di 2019 sebanyak 5-10 persen. Begitu pula dari desain yang kita inginkan sebesar 3 juta ton bisa berhasil. Kalau pun kita ingin menaikan 6 persen kemungkinan kenaikan investasi tidak hanya 3 juta ton tapi juga bisa naik sekitar 3.050.0000 ton hingga 3.100.000  ton,” paparnya.

Ia berharap langkah bisnis yang dikembangkan KP ini dapat di dukung penuh oleh pemerintah. Salah satunya, pemerintah diminta untuk mengkaji ulang tata niaga impor di Batam khususnya soal zona perdagangan umum (free trade zone). Impor baja yang masuk ke Batam tanpa dikenakan bebas bea masuk, kata Andi, justru sangat memberatkan bisnis KP.

“Kalau produk KS dan produk KP masuk ke Batam otomatis kena pajak impor dan ini yang menurut kita tidak fair dengan kondisi ini. Untuk kondisi ini, kami meminta adanya keberpihakan dari pemerintah terhadap free trade zone di Batam agar tidak berlarut dalam impor yang anti dumping,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?