CILEGON, SSC – Program pemerintah Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) Trans Cilegon Mandiri yang mulai dijalankan dengan pembangunan 4 Shelter dan pengadaan 2 unit bus masih membutuhkan sarana tambahan. Sesuai dengan Studi Kelayakannya (Feasibility Study), program di 6 rute bus yang dimulai dari Terminal Seruni, JLS dan Ciwandan ini masih membutuhkan tambahan 12 shelter.
Hal ini dikatakan Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi disela-sela kegiatannya meninjau pembangunan shelter di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Jumat (21/12/2018).
Untuk menambah shelter, dijelaskan Edi, Pemkot telah meminta keterlibatan industri dan perusahaan. Sejauh ini, papar Edi, salah satu perusahaan di JLSt elah bersedia menyanggupi permintaan itu. Begitupun industri lain yang lokasinya ada di jalur Ciwandan seperti Kiec 2, saat ini juga tengah di lobi oleh pemkot untuk partisipasinya.
“Nanti ada yang sudah memberikan minat untuk bikin shelter tapi spek-nya tidak seperti ini, itu (Pengembang Perumahan) Green Park. Green park akan bikin (shelter) di kiri dan kanan,” ujarnya.
“Setelah launching, kita akan coba mengajak industri disekitar ini. Ada kiec 2. Kita minta partisipasinya. Supaya nanti karyawan-karyawan itu tidak pakai mobil pribadi, nanti macet. Pakai ini gitu lho,” paparnya.
Diketahui, 4 shelter Saum untuk Trans Cilegon Mandiri dibangun dengan dana APBD 2018. Hingga saat ini, Pembangunan empat shelter yang dikerjakan oleh PT Geo Makmur Gemilang dengan anggaran Rp 1,5 miliar ini telah mencapai 90 persen. Selain shelter, pemkot juga telah mengadakan 2 buah bus senilai Rp 1,3 miliar.
“Di FS-nya ada hampir 16 sherlter. Green park kan mau kasih 2 sheltrr, siapa tahu kiec 2 kasih 2 shelter, boleh lah spek-nya tidak seperti ini. Yang pasti harus nyaman untuk penumpang,” ujarnya. (Ronald/Red)

