CILEGON, SSC – Bagi anda pecinta kue khususnya kue gipang dengan rasa yang lumer, kue gipang Wa Epong bisa menjadi pilihanmu.
Kue gipang singkong asal Pasir Angin, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon ini memiliki rasa yang khas. Tidak hanya rasa, kue gipang singkong ini juga bertekstur lembut. Cocok untuk camilan dan juga oleh-oleh.
Pemilik Gipang Singkong Pasir Angin, Ephon Dahlia mengatakan, dia telah memproduksi gipang singkong sudah sejak Tahun 2019. Ia menekuni pembuatan gipang singkong karena hobinya membuat kue.
Dalam pembuatan gipang singkong, wanita yang kerap di sapa Wa Epong ini melibatkan masyarakat di lingkungannya. Ia tidak mengira dengan melibatkan masyarakat, produk gipang singkong dikenal luas.
“Ini terbuat dari singkong. Awal-awal memang saya melibatkan masyarakat Pasir Angin, terus berkelanjutan. Jadi ini memberdayakan masyarakat sekitar kampung saya. Dan akhirnya mempunyai produk dijual,” ujar Wa Epong ditemui di stan di Alun-alun Kota Cilegon, Sabtu (9/8/2025).

Dalam pembuatan kue gipang singkong ini tidak sulit mencari bahan-bahannya. Kata dia, bahan-bahan kue yakni singkong didapatnya dari hasil pertanian masyarakat, tempatnya tinggal.
“Dan semua pembuatan ini kearifan lokal, kayak singkong kita menanam sendiri, kacang dari perkebunan warga sekitar. Gula minyak dari warung kkampun-kampung sekitar. Jadi tidak ada yang keluar dari Pasir Angin,” ucapnya.
Soal rasa, kata dia, kue gipang singkong yang diproduksinya memiliki kekhasan. Kue gipang singkong ketika dimakan rasanya lumer.
“Dari rasa, rasa itu kami lebih variatif. Jadi Ada asam, asam lebih kerasa. Dan manisnya sedang tidak terlalu manis dan tidak terlalu keras. Jadi begitu dimakan padat, tapi lumer di mulut,” terangnya seraya menjelaskan kue gipang singkong memiliki dua kemasan yakni kemasan toples dan pouch.
Wa Epong mengaku, produk kue gipang singkong bukan hanya dipasarkan di Cilegon saja namun juga hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan produknya juga sudah diekspor ke luar negeri.
“Kita pernah ekspor ke Tiwan, pernah juga oleh-oleh di Jepang. Didalam negeri sampai ke Makasar dan seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ia mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam event UMKM yang digelar di Alun-alun Kota Cilegon dalam kegiatan Budaye Cilegon Fest-Internasional Folk-Art (BC-FIFA) 2025.
Momentum kegiatan tersebut, dimanfaatkannya agar produk kue gipang singkong bisa makin dikenal luas. Terutama bagi delegasi 4 negara yakni Rusia, India, Bulgaria dan Korea Selatan, yang terlibat dalam event tersebut.
“Jadi seperti sekarang ada pameran, delegasi dari luar negeri, tamu-tamu khusus, alhamdulillah,” pungkasnya. (Ronald/Red)

