SERANG, SSC – Guna mengurangi sumbangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) di Cilowong, Kecamatan Taktakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mulai mengolah sampah menjadi hal yang bermanfaat.

Sebab, saat ini kapasitas sampah di TPSA Cilowong telah mencapai 4,7 juta kubik sampah. Dikhawatirkan pada 2022 mendatang kapasitas sampah akan mencapai 5,5 juta kubik sampah diatas cekungan 6 hektar. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto mengatakan, dalam menanggulangi sampah, LH Kota Serang membuat program pembangunan Tempat Pengolahan Sampah yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R yang nantinya akan dilakukan di setiap kecamatan di Kota Serang.

“Adanya Program TPS-3R, masyarakat diajak untuk mengubah perilakunya agar membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan 3R terhadap sampah yang mereka hasilkan,” kata Ipiyanto kepada Selatsunda.com terkonfirmasi,” Minggu (29/11/2020).

Ia menambahkan, program 3R nantinya akan diuji coba terlebih di TPS Sepang. Apabila dalam uji coba ini berhasil dilakukan, maka pihaknya akan menambah 13 TPS kembali untuk dilakukan 3R tersebut.

“Apabila program-program ini berhasil dilakukan, maka dalam 4 tahun mendatang TPA di Cilowong akan bersih dari sampah,” tambahnya.

Untuk menggerakan program 3R, sambung Ipiyanto, DLH Kota Serang bekerjasama dengan dengan penggiat lingkungan, masyarakat dan kelompok tani. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan rencana pengelahan sampah agar lebih maksimal. Kedepan, sampah yang dihasilkan bisa dinikmati oleh kelompok tani untuk bisa digunakan sebagai pupuk organik.

“Kami libatkan kelompok tani dalam memfungsikan sampah yang diolah nantinya,” sambungnya. Kompos yang berasal yang berasal dari sampah ini bisa digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Sedangkan karbon yang dihasilkan akan digunakan dan di uji coba kembali untuk bahan kontruksi bangunan. Serta sampah yang dibawa dari hulu ke hilir jumlah presentasinya akan kecil atau nanti yang dibuang ke TPAS hanya sisanya, residu karena sampah di kecamatan, telah diolah,” paparnya. (SSC-03/red).