Parkir di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon akan diperluas. Perluasan akan dilakukan di belakang Masjid Nurul Iman. Tampak kendaraan tengah parkir di lokasi tersebut, Belum lama ini. (Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera menata dan memperluas tempat parkir di Kantor Kantor Pemerintahan Kota Cilegon. Hal ini dilakukan karena volume kendaraan yang keluar masuk meningkat sehubungan telah beroperasinya Mal Pelayanan Publik (MPP).

Kepala Bagian (Kabag) Umum pada Setda Kota Cilegon, Samwange menuturkan, dengan telah beroperasinya MPP, Pemkot Cilegon mempertimbangkan harus menata lahan parkir di sekitar Kantor Pemerintahan Cilegon. Rencananya, perluasan parkir ini akan dilakukan di belakang Masjid Nurul Iman.

“Karena kondisi di Pemkot Cilegon ada MPP (Mal Pelayanan Publik), itu juga harus kita (Cilegon) harus fokuskan dan pertimbangkan pelayanan ke masyarakat dalam meminta pelayanan di MPP. Dan rencanya, perluasan parkir di belakang Masjid Nurul Iman,” kata Samwange kepada Selatsunda.com, Belum lama ini.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Sam memperkirakan dalam sehari kendaraan yang keluar masuk dari Kantor Walikota Cilegon mencapai 1.000 unit kendaraan dengan total lahan 1.000 meter persegi.

Sedangkan kendaraan yang parkir selama 1,5 jam kemungkinan bisa mencapai 100-200 unit kendaraan.

“Kondisi kendaraan yang masuk ke Kantor Walikota Cilegon cukup banyak. Jika dibandingkan dengan kendaraan yang masuk dengan luas parkir tentu tidak seimbang. Karena itu, Pemkot Cilegon membutuhkan lahan parkir yang cukup luas,” ujarnya.

Mantan Kabag Organisasi Setda Cilegon ini mengaku, perluasan parkir di Kantor Walikota Cilegon tidak mengucurkan anggaran dari APBD Cilegon. Penataan parkir di belakang masjid Kantor Walikota Cilegon, hanya menggunakan tenaga staf dan sisa konblok yang sudah tidak digunakan kembali.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Tidak berbasis angagaran. Kita pakai tenaga staf kami dan sisa konblock saja,” pungkasnya. (Ully/Red)