Foto Ilustrasi

CILEGON, SSC – Polres Cilegon menyebutkan kasus pencabulan yang menyeret AJ sebagai tersangka bukan tanpa latar belakang. Patut diduga, AJ mempunyai kelainan jiwa atau memiliki perilaku yang menyimpang (pedofil) dengan menyukai anak-anak dibawah umur. Tersangka asal Lingkungan Sumampir, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang itu doketahui berporofesi sebagai buruh bangunan.  Ia diduga telah melakukan pencabulan terhadap 13 anak dibawah umur.

“Ya memang AJ ini ada ketertarikan dengan anak di bawah umur, penyimpangan (seksual) atau (paedofil) mungkin seperti itu,” ungkap Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso kepada wartawan, Jumat (13/7/2018).

Sementara, informasi itu turut mengusik Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Cilegon. Akhdi Kumaeni selaku Ketua mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangani serius kasus AJ.

“Kasus ini harus tuntas diselesaikan. Jangan sampai kasus ini berhenti sampai sini aja. Bila perlu kasus ini didalami dengan maksimal sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi pelaku lainnya,” kata Akhdi.

Keseriusan itu, kata Akhdi, diminta kepada pihak kepolisian karena kasus tersebut sudah menyita perhatian publik. Terkait adanya kelainan jiwa dari tersangka, sambungnya, polisi diminta tidak menjadikan itu sebagai alasan bahwa AJ dapat bebas dari jeratan hukum.

“Kemarin waktu saya bersama anggota LPA mendapati informasi dari anggota polisi, dari hasil tes menunjukan pelaku mengalami kelainan jiwa ini bakal bebas dari jeratan hukum. Kalau memang pelaku ini mengalami kelainan jiwa, tidak pantas juga kalau pelaku bebas dari jeratan hukum. Kelainan jiwa beda dengan kegilaan. Dan tidak pantas juga bebas dari tuntutan,” ujarnya. (Ully/Red)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here