Terkait Gedung Kejari Belum Diserah Terimakan

CILEGON, SSC– Belum terselesainya penyerahaan aset milik Pemkot Cilegon ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, dari 2014 lalu hingga saat ini, menyebabkan aset-aset yang sudah ada di dalam gedung, hilang dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon yang menelan dana pembangunan sekitar Rp 4 miliar hingga saat ini tak kunjung ditempati. Padahal, gedung itu rampung dibangun sejak 2015 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR), Nana Sulaksana mengungkapkan, terkendalanya ruislag atau tukar guling lahan Kejari ini menjadi penyebab utama penyerahaan aset ke pihak Kejari setempat.

“Iyah samapi saat ini, kami (DPU-TR,red) masih bermasalah pada ruislag-Nya. Jadi sampai saat ini permasalahaan untuk di gedung Kejari masih belum ada solusinya. Karena belum ada solusinya, banyak aset-aset yang ada di dalam gedung Kejari hilang, kata Nana, Rabu (11/4) kemarin.

Ia mengungkapkan, belum selesainya kasus tukar guling/ruislag ini membuat berbagai aset Pemkot banyak yang hilang. Berbagai aset yang hilang dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab seperti kabel-kabel yang dicuri dan jendela-jendela di setiap sudut pun raib dicuri.

“Yah percuma aja kan kalau kita perbaiki atau kita ganti yang baru aset-aset yang hilang itu. Kita tunggu aja, kalau semuanya sudah selesai baru kita lakukan perbaikan gedung tersebut. Untuk mengantisipasi aset-aset dicuri lagi, kami sudah menempatkan petugas jaga (honorer) untuk menginap sekaligus menjaga aset-aset yang ada di gedung tersebut, ungkapnya.

Anggota Komisi I DPRD Cilegon, Qoidattul Sitta membenarkan jika kendala yang dihadapi belum digunakanya Gedung Kejari ini menyebabkan mangkraknya pembangunan hingga menyebabkan aset milik Pemkot dicuri.

“Kami (DPRD,red) sudah mendengar kalau Gedung Kejari hingga saat ini belum bisa digunakan. Seharusnya kan dari OPD terkait bisa membuka komunikasi dengan pihak Kejari dan BPN. Tapi kok, dari pihak OPD sendiri justru hanya diam tanpa adanya gerakan yang dilakukan oleh mereka,” ujarnya.

Meskipun dari pihak PU belum menjalin komunikasi ke pihak Kejari, sambungnya, Sitta juga menyayangkan dari pihak BPN juga terkesan tidak mau membantu pihak Pemkot Cilegon dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi ini. Kita, ingin dari pihak PU, Kejari dan BPN bisa menyelesaikan cepat masalah tukar guling ini,” ucapnya. (RED)

1 COMMENT

  1. Sayang sekali jika sudah difasilitasi tetapi tidak digunakan, entah apa permasalahan yang terjadi. Menyia-nyiakan aset yang sudah dibangun bukanlah perbuatan yang terpuji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here