Walikota Cilegon Edi Ariadi,” Jumat (1/1/2021) Foto : Dokumentasi selatsunda.com

CILEGON, SSC – Memasuki masa pensiun yang akan berakhir pada Febuari 2021 mendatang, Walikota Cilegon Edi Ariadi akhirnya buka-bukan tentang perjalanan hidupnya selama memimpin Kota Cilegon.

Dalam kesempatan ini, wartawan Selatsunda.com mendapat kesempatan langsung mengobrol secara langsung dengan Walikota Cilegon, Edi Ariadi tentang perjalanan karirnya di ruang kerjanya,” Jumat (31/12/2020).

Sebelum menjadi tokoh politik, pada tahun 1981, dirinya sudah mengabdi sebagai tenaga honorer di Pemkab Serang. Berbagai jabatan strategis di pemerintahan sempat ia rasakan, sebelum akhirnya dipercaya oleh mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafaat untuk jabatan sebagai Sekretaris Daerah Kota Cilegon mulai 2005 hingga 2010.

Seluruh penantian karir pria kelahiran Serang 8 Juni 1956 ini dilalui dengan penuh perjuangan hingga status sebagai PNS di  tahun 1986. Edi tak pernah membayangkan bila karir politik yang ia jalani akan membawa dirinya sebagai orang nomor satu di Kota Cilegon.

Sebelum resmi dilantik sebagai sebagai orang nomor satu di Kota Cilegon, perjalanan karir Edi Ariadi pun terus menanjak. Pada tahun 1999 silam, ia ditunjuk menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon pada tahun 1999 silam. Edi Ariadi dianggap turut andil dalam proses terbentuknya Kota Cilegon dari Kota Administratif. Berjalanya tahun, Edi Ariadi resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon sejak 25 September 2017 silam.

Edi Ariadi dilantik sebagai Walikota Cilegon pada 20 Febuari 2019 silam untuk melanjutkan sisa jabatannya sebagai Wakil Walikota setelah mendampingi Tb Iman Ariyadi sejak periode tahun 2010 silam.

Baca juga  Mantap! PT Pelabuhan Cilegon Mandiri Raih Predikat Top BUMD Terbaik 2024

Dalam memimpin Cilegon, Edi mengaku banyak suka duka yang ia rasakan selama ini menjadi walikota.  Salah satunya, proyek stategis pemerintah saat ini belum  terealisasi (pembangunan Pelabuhan Warnasari, pembangunan pasar dan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU). Selain itu, beberapa persoalan lainya yang dihadapi oleh Walikota Edi Ariadi, yaitu, keberadaan Terminal Terpadu Merak (TTM) dan Terminal Seruni harus direlakan dihibahkan ke pemerintah pusat. Selanjutnya, pembangunan proyek Jalan Lingkar Utara (JLU) dan pembangunan Pelabuhan Warnasari yang tak kunjung selesai.

“Selama saya memimpin Kota Cilegon, saya juga pernah diterpa berbagai kritik dari masyarakat, persoalan kasus korupsi dan persoalan lainya. Meski berbagai persoalan ini, saya pribadi menganggap semua itu sangat enjoy.  Kenapa saya bilang begitu, sebelum saya menjadi walikota, sebelumnya kan saya pernah menjadi birokrat. Jadi enjoy aja,” kata Edi kepada Selatsunda.com ditemui di ruang kerjanya,” Jumat (1/1/2021).

Edi menambahkan, malam tahun baru saat ini merupakan tahun terakhirnya sebagai walikota. Sebab tahun depan dirinya sudah meninggalkan Kantor Walikota Cilegon. Oleh karena itu, dirinya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Cilegon, seluruh pegawao dengan segala kesalahan selama dirinya memimpin Kota Cilegon.

Baca juga  Empat Kecamatan di Cilegon Berpotensi Terjadi Pergerakan Tanah, Ini Wilayahnya

“1,5 bulan lagi saya sudah pesiun menjadi Walikota Cilegon. Karena itu, saya mohon maaf kalau mungkin ada perkataan dan perilaku saya yang kurang berkenan di hati masyarakat dan teman-teman sekalian,” tambah Edi.

Edi mengatakan, sebuah kota atau daerah itu bisa dikatakan berhasil atau tidak tergantung pada jajaran pemerintahannya.

Tidak mungkin kota itu langsung serta-merta berhasil tanpa ada upaya dan desain dari pengelola kotanya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh jajaran Pemkot Cilegon untuk selalu bergerak, berpikir, dan jangan berhenti memajukan pembangunan Kota Cilegon.

“Mari kita sama-sama untuk memajukan Kota Cilegon. Dan mari kita sama-sama mewujudkan visi Cilegon sesuai dengan RPJP Kota Cilegon,” ujar Edi.

Ia berharap anak cucu Cilegon kelak tidak hanya menjadi penonton di kotanya sendiri.

“Saya minta tolong yang ada di Pemkot Cilegon untuk terus bergerak, berpikir dan berpikir terus jangan sampai berhenti. Ayo kita terus majukan kota tercinta ini. Kalau kota ini maju, maka anak cucu kita akan survive di kotanya sendiri,” tutur Edi.

Pada kesempatan ini juga, Edi juga mengajak seluruh warga Kota Cilegon untuk terus bergerak dan melangkah memajukan Kota Cilegon.

“Ayo setiap individu harus bergerak untuk memajukan Kota Cilegon, karena kita harus berjuang dan jangan mau kalah dengan keberadaan industri yang banyak uangnya,” pungkas Edi. (Ully/red).