Industri di Kota Cilegon. Foto Dokumentasi

CILEGON, SSC – Belum juga tuntas permasalahan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 61 buruh, kini PT Selago Makmur Plantation akan kembali melakukan kebijakan yang serupa terhadap 200 buruh. Manajemen mengambil langkah tersebut karena melihat kondisi keuangan perusahaan yang pailit.

“Memang pada mediasi kedua ini tidak ada kesepatan antara perusahaan maupun dengan buruh. Saya juga sudah sampaikan ke mereka (buruh,red) kalau bisa dipekerjakan lagi buat apa kita PHK. Tapi memang saat ini situasinya cukup berat. Apalagi, lusa (Rabu, 1/7/2020) kami dipanggil ke Jakarta untuk diskusi rencana PHK 200 buruh yang tersisa,” kata Plant Manager PT Selago Makmur Plantation Lim Song Kui kepada awal media usai ditemui di Kantor Disnaker Kota Cilegon, Senin (28/6/2020).

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon Fatuhrohmi menyatakan cukup keberatan apabila PT Selago benar-benar melakukan PHK kepada 200 buruh yang masih tersisa. Dalam kondisi ini, semestinya Disnaker Kota Cilegon dapat bersikap tegas apabila rencana tersebut dilakukan oleh pihak perusahan.

“Yang 61 buruh yang mereka PHK aja kondisinya belum selesai. Apalagi mereka mau rencana PHK 200 buruh lagi? Dalam hal ini saya meminta pihak Disnaker selaku perwakilan pemerintah untuk bersikap tegas terhadap situasi ini,“ tegasnya.

Faturohmi meminta agar seluruh industri yang ada di Kota Cilegon agar tidak melakukan tindakan PHK terhadap karyawan.

“Dalam kondisi seperti ini semestinya industri bisa lebih bijaksana untuk mempertimbangkan keputusan mereka apabila ada rencana melakukan PHK. Begitu juga kepada pihak PT Selago untuk berpikir ulang agar jangan mengambil keputusan langsung untuk PHK para karyawan yang tersisa,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here