CILEGON, SSC – Manajemen PT Winteco Indonesia akhirnya memenuhi kewajibannya untuk membayar gaji buruh yang belum dipenuhi selama 2 bulan. Hal ini terungkap usai rapat tertutup pihak manajemen dengan para buruh.
HRD PT Winteco Indonesia, Rio Pahlian menyampaikan akan bertanggung jawab atas keterlambatan pembayaran gaji ratusan buruh tersebut. Tuntutan akan dibayarkan pada Jumat, (31/1/2020) mendatang.
“Dengan ini disampaikan untuk pembayaran gaji akan dibayarkan pada 1/2 bulan kedepan tanggal 31 Januari mendatang. Atas nama manajemen kami sampaikam minta maaf yang sebesar-besarnya atas situasi ini dan kami berkomitmen akan menyelesaikannya,” kata Rio saat menyampaikan pernyataan di hadapn para buruh di depan kantor PT Winteco Indonesia, Cilegon Businnes Square, Kota Cilegon, Senin (20/1/2020).
Rio menyatakan, jika manajemen tidak dapat memenuhi tuntutan buruh, pihaknya berjanji akan membayarkan uang tunggu kepada selama dua bulan.
“Apabila dalam waktu yang dijanjikan kami siap membayarkan uang tunggu selama dua buka kedepan,” sambungnya.
Di tempat yang sama, salah satu buruh PT Winteco Indonesia, Tatang Soara siap menunggu keputusan pihak manajemen membayarkan gaji yang dijanjikan.
“Prinsipnya kami siap nunggu yang sudah dijanjikan PT Winteco Indonesia pada 31 Januari. Jika tidak, kami akan membuat aksi lebih besar daripada ini,” ujar Tatang.
Selama ini, kata Tatang, perusahaan hanya janji akan memenuhi kewajibannya. Janji itu kerap diingkar dan membuat buruh kesal karena tak kunjung dibayarkan.
“Mereka sudah keseringan janji-janji terus. Makannya kami (buruh) udah enggak percaya lagi sama mereka. Kami ingin kepastian dari pihak manajemen untuk segera membayarkan tuntutan kami,” ujarnya.
Menurutnya, PT Winteco Indonesia selaku perusahaan alih daya di proyek PT Vopak Indonesia semestinya sudah membayar gaji buruh. Pasalnya, manajemen Vopak telah membayarkan penuh gaji buruh ke pihak Winteco Indonesia.
“Sudah mereka cairkan ke PT Winteco Indonesia. Enggak tahu ke mana uangnya? Anak-anak pun bingung dengam kondisi ini. Kami butuh makan, anak kami butuh sekolah,” tandasnya. (Ully/Red)

