Suasana Rusunawa di Kelurhaan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (3/11/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Nasib tenaga kesehatan yang akan bertugas merawat pasien tanpa gejala Covid-19 di Rusunawa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang masih belum jelas. Nasib tenaga medis apakah tinggal di rusunawa atau tidak ketika merawat pasien masih silang wacana antara  Walikota Serang, Syafrudin dan Kepala Dinas Kesehatan, M Ikbal.

Menurut Walikota Serang, Syafrudin tenaga kesehatan nantinya akan tinggal di salah satu ruangan di Rusunawa. Hal ini dilakukan agar tenaga kesehatan usai merawat pasien Covid-19 tidak pulang ke rumah sehingga tidak menimbulkan klaster keluarga baru.

“Adapun tenaga medis, itu kan banyak ruangan nanti kita atur dengan kepala dinasnya,” ungkap Syafrudin kepada Selatsunda.com di temui di salah satu Pesantren di Kota Serang, Selasa (10/11/2020).

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

Ia menegaskan tenaga kesehatan yang nanti bertugas juga tidak diperbolehkan keluar dari rusunawa.

“Enggak, enggak bolak-balik akan disiapkan tempat,” terangnya.

Pandangan berbeda dinyatakan oleh Kadinkes Kota Serang, M. Ikbal. Ia menuturkan tenaga kesehatan yang bekerja nanti masih diperbolehkan pulang ke rumah sepanjang tidak terpapar Covid-19.

“Jadi selama belum tertular mereka masih pulang pergi ke rumahnya masing-masing, jika statusnya tidak positif. Jika positif maka akan tetap di sana,” ujar Kadinkes Serang, M. Ikbal.

Nantinya jika tenaga kesehatan terkonfirmasi positif -19, maka para tenaga kesehatan akan di isolasi seperti pasien Covid-19 lainnya.

“Kita disinfektan semua nanti yang positif tidak diizinkan kerja dulu sampai hasilnya negatif,” tandasnya. (SSC-03/Red)