20.1 C
New York
Selasa, Mei 26, 2026
BerandaPemerintahanOperasi Pasar Mulai Digelar di Cilegon Tekan Harga Beras

Operasi Pasar Mulai Digelar di Cilegon Tekan Harga Beras

-

CILEGON, SSC – Operasi pasar mulai dilakukan perum Bulog Subdivre Serang di tiga pasar di Kota Cilegon. Operasi ini dilaksanakan untuk mengendalikan kenaikan harga beras medium.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Tb Dikri Maulawardana mengakui bila harga beras medium di Cilegon melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah atau diatas Rp 9.450. Kenaikan ini, kata dia, sudah terjadi sejak sebelum Hari Lebaran.

“Jadi harga beras untuk medium, itu sudah naik sejak sebelum Lebaran di harga Rp 10.000. Ini bukan di Cilegon saja tetapi memang terjadi di seluruh Banten,” ungkap Dikri ditemui di kantornya, Senin (3/12/2018).

Oleh karena itu, Disperindag berkoordinasi dengan Bulog untuk menekan harga beras tersebut. Selama 2 hari kedepan mulai hari ini hingga Selasa, 4 Desember 2018, pihaknya bersama Bulog, Disperindag Provinsi Banten dan Polres Cilegon melakukan operasi pasar dan memantau kestabilan harga langsung di tiga pasar baik Pasar Kranggot, Pasar Blok F dan Pasar Baru Merak. Ia berharap, operasi yang dilaksanakan ini dapat menurunkan harga dibawah HET.

“Rencana mulai hari ini sampai dua hari kedepan. Jadi bukan hanya pemantauan dua hari saja, tetapi ini sifatnya jangka panjang. Pengawasannya terus dilakukan. Untuk pedagang, kita berharap dapat menjual beras ini mix dan itu sudah ada nota kesepahamannya. Sehingga harga beras medium yang lain akan turun,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Cilegon, Ema Hermawati menambahkan, operasi pasar yang digelar ini dilakukan bekerjasama dengan pedagang beras. Saat ini baru terdapat 3 pedagang besar di 3 pasar di Cilegon yang melakukan kerjasama. Beras ini berasal dari Cadang Beras Pemerintah (CBP) yang sebelumnya di impor bulog dari Vietnam.

“Informasi yang kita terima, beras sudah masuk ke pasar Blok F sebanyak 1 ton. Ini (pendistribusian) masih berjalan. Mekanismenya, beras ini di drop ke pedagang.  Pedagang mendapat beras dari bulog dengan harga Rp 8.300 dan mereka menjual di bawah HET Rp 9.450. Pedagang beras yang telah ditunjuk kemudian mendistribusikannya ke semua pasar, mereka yang menjual ke pembeli,” paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2