SERANG, SSC – Mahasiswa UIN SMH Banten meminta agar kampus menggrartiskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau biaya semester. Hal ini diminta agar orangtua mahasiswa dapat diringankan bebannya akibat dampak ekonomi imbas dari pandemi Covid-19.
“Pastinya kan akibat adanya pandemi Covid-19 ini perekonomian orang tua mahasiswa terkena imbas,” ujar Ketua Forum Silaturahmi Organisasi Eksternal (FSOE) UIN Banten, Dede Ruslan kepada Selatsunda.com Rabu (10/6/2020).
Pertimbangan lain menggratiskan uang semester kata pria disapa Ucan karena mahasiswa sudah tidak menggunakan fasilitas kampus. Mahasiswa saat pandemi melakukan pembelajaran Darring.
“Kami kan tidak menggunakan fasilitas kampus semenjak kampus diliburkan karena adanya pandemi Covid-19. Di tambah lagi kami harus mengeluarkan kuota yang cukup banyak untuk melakukan kuliah online, yang kami nilai tidak efektif,” terangnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Koordinator Umum KMS 30, Fikri Maswandi. Menurut Fikri
biaya semeter haruslah gratis. Karena selama mahasiswa belajar dirumah biaya semester dipungut dan saat ini biaya tersebut haruslah ditebus.
“Idealnya pihak kampus harus mendistribusikan fasilitas daring seperti paket data, ini menjadi keresahan bersama juga. Kami pun menolak kuliah semester depan tidak mesti pembayaran UKT lagi,” katanya.
Sementara, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin, menanggapi permintaan tersebut meminta mahasiswa untuk bersabar. Karena kondisi ini bukan hanya dialami mahasiswa tetapi juga yang lain ditengah pandemi Corona.
“Semua bersabar lah, situasi seperti ini bukan hanya mahasiswa saja. Gojek dan semuanya juga kena dampak. Yang pasti mah mari gotong royong, saling menguatkan,” tandasnya.
Wawan menjelaskan, pihaknya tidak bisa memutuskan permintaan tersebut. Keputusan menunggu keputusan Kementerian Agama.
“Kami ini kan dibawah pusat. Jadi kami ini menunggu Keputusan Menteri Agama (KMA), petunjuk tentang hal itu (UKT),” tungkasnya. (MG-01)

