Kondisi Pasar Kalodran, Kota Serang terlihat kumuh, Kamis (23/7/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Sejumlah pedagang menggeluhkan kondisi Pasar Kalodran tepatnya di Jalan Kepuren, Kecamatan Walantaka, Kota Serang kumuh dan jorok. Bahkan, banyak bangunan yang sudah mulai lapuk sehingga pedagang enggan menempati lapak tersebut.

Pantauan Selatsunda.com, kondisi pasar siang hari tepat di depan pasar terlihat kumuh dengan sampah berserakan. Beberapa bangunan seperti tembok pagar depan dan plang pasar juga penuh dengan coretan.

Salah satu pedagang Pasar Kalodran, Masrori (38) mengaku cukup risih dengan kondisi pasar yang tidak diperhatikan oleh Pemkot Serang.

“Sebenarnya sih enggak nyaman juga dengan kondisi pasar kaya begini. Tapi mau gimana lagi. Banyak pembeli yang berbelanja ke sini (Pasar Kalodran,red),” kata Masrori kepada Selatsunda.com, Kamis (23/7/2020).

Baca juga  Temui Ratusan Massa, Walikota Serang Ajak Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Ia menambahkan, meski kondisi pasar kumuh dan jorok, pedagang dikenai biaya retribusi sebesar Rp 5 ribu per hari dari pihak pengelola pasar.

“Yah kita setornya ke pihak dinas sih. Per hari sebesar Rp 5 ribu,” ujarnya.

Senada dengan Masrori, pedagang lainya, Sulhah mengaku sangat terganggu dengan kondisi pasar tersebut. Kondisi ini justru membuat pembeli enggan untuk berbelanja di pasar tersebut.

“Terganggu juga sih kalau kondisinya  begini. Udah mah bau ditambah jorok lagi. Percuma rame kalo tidak tertata rapi buat apa,” katanya” pungkasnya. (SSC-03/Red)